Lulu dan Lili adalah 2 saudara kembar dari ibu Marabela dan Bapak Rudi.Mereka baru berusia 11 tahun namun mereka anak yang cerdas dan kreatif.Tak aneh jika Lulu dan Lili senantiasa menjadi juara di kelasnya masing-masing.Orang tua mereka sangat menyayanginya karena Lulu dan Lili tumbuh menjadi anak yang sholehah.
“Kalian sudah siap semua nggak?”Tanya ibu Marabela
“ya Bunda..kami sudah siap tinggal berangkat!”jawab Lulu sambil membereskan tasnya.
“Kalau kalian sudah siap semua,ayo kita berangkat !”kata bapak Rudi
“Ayo..siapa takut?Kita bertamasya berkeliling dunia !”kata Lili ceria.
“Bukan keliling dunia tetapi keliling perkebunan karet ya Ayah?”sahut Lulu yang di jawab dgn anggukan kepala ayahnya.
“ya Bunda..kami sudah siap tinggal berangkat!”jawab Lulu sambil membereskan tasnya.
“Kalau kalian sudah siap semua,ayo kita berangkat !”kata bapak Rudi
“Ayo..siapa takut?Kita bertamasya berkeliling dunia !”kata Lili ceria.
“Bukan keliling dunia tetapi keliling perkebunan karet ya Ayah?”sahut Lulu yang di jawab dgn anggukan kepala ayahnya.
Mereka segera memasukan perbekalan untuk bertamasya
ke dalam mobil mereka.Jarak yang akan ditempuh cukup jauh juga dan memakan
waktu beberapa jam.maklum mereka tinggal dikota besar sementara tempat yang akan dituju disebuah pegunungan.
lamanya perjalan membuat Lulu dan Lili tertidur.Apalagi dibelai oleh tiupan angin seolah menemani mimpi indah mereka.
“Luli..ayo
bangun,Nak!”kata ibunya dengan lembut.Luli adalah panggilan singkat untuk anak
kembar tersebut.Lulu dan Lili..lamanya perjalan membuat Lulu dan Lili tertidur.Apalagi dibelai oleh tiupan angin seolah menemani mimpi indah mereka.
“Hoam..dimana kita,Bund?Koq banyak pohon karet?”Tanya Lulu bingung
“Kita sudah sampai diperkebunan karet milik pak Masdi !”jawab ayahnya.
“Pak Masdi yang sahabat ayah sejak kecil ya?”Tanya Lili..”Rumahnya masih jauh nggak?”
“Tukh rumahnya kelihatan dari sini.Kita akan menginap beberapa hari dirumah mereka sambil menikmani keindahan pegunungan disini.Kalian bisa menikmati keindahan danau disekitar sini dengan taman-taman yang indah !”kata ibunya.



