Pages

Sabtu, 19 Februari 2011

ANTARA PELUKAN HANGAT DAN GENDONGAN(MENGOFTIMALKAN KECERDASAN EMOSI BUAH HATI)

Share on :
Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan bunda, tubuh bayi baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara tepat untuk menggantikan semua itu. kontak fisik antara ibu dan bayi antara lain dengan memeluk dan menggendong membuat perkembangan emosi dan kecerdasan si kecil pun menjadi optimal. Anak yang mendapatkan sentuhan, belaian, pelukan kasih sayang akan merasakan kebahagiaan. Si kecil pun merasa aman dan nyaman dan selanjutnya membuat ia tumbuh penuh percaya diri.
I.MENGGENDONG BAYI
 A.Keuntungan menggendong bayi
Menggendong terutama dilakukan saat kita hendak menidurkan, menenangkan, atau menyusui bayi. Menggendong bermanfaat untuk mendekatkan hubungan emosional antara ibu dan bayi. Dalam gendongan yang merupakan kontak kulit dengan orang tua, bayi akan merasa aman, nyaman, dan merasakan sentuhan kasih sayang orang tua. Memiliki rasa aman sangat berguna untuk perkembangan anak yang akan datang. Kelak dia akan tahan terhadap stres-stres yang ada karena secara psikis ada hubungan antara kedekatan bayi dengan orang yang sering menggendongnya. Antara lain, karena bayi dapat mengenali aroma tubuh orang yang kerap menggendongnya. Sebaliknya orang tua yang tidak pernah menggendong bayinya, tidak akan memiliki kedekatan dengannya.

Pada bayi prematur dan berat badan lahir rendah digendong dengan metode kanguru memberikan keuntungan yang besar dan dapat menurunkan angka kematian. Selain mempererat ikatan ibu-bayi, metode kanguru dapat meningkatkan perkembangan psikologis dan psikomotor bayi, membuat bayi lebih tenang dan tidak mudah kaget, dan membantu pertumbuhan fisik bayi, juga sangat praktis dan hemat energy.

Menggendong bayi juga berguna sebagai salah satu cara untuk penanganan kolik pada bayi. Menggendong bayi dan mengayun-ayunnya dengan kursi goyang atau sambil berjalan-jalan sekeliling ruangan dapat membantu bayi mengeluarkan gas. Menggendong bayi dengan posisi tegak juga dapat membantu mengurangi gas yang berlebihan. Secara umum, lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk menggendong bayi, bahkan pada pagi hari sebelum episode kolik muncul maka bayi akan menangis lebih sedikit.

B.Kerugian Menggendong Bayi
Digendong bisa jadi kebiasaan, keseringan digendong bisa membuat bayi jadi malas bergerak, malas menggerakkan kaki dan pinggulnya untuk berjalan. Hal ini tentu akan menghambat pergerakan motorik anak. Selain itu, akibat lebih jauhnya pada pola pertumbuhan berikutnya adalah kepercayaan diri anak bisa hilang atau anak jadi tidak percaya diri. Agar anak tetap merasa aman dan nyaman meski tanpa kebiasaan digendong, sebaiknya orang tua tidak melepaskan anaknya sama sekali. Menggendong tetap bisa dilakukan pada saat-saat tertentu seperti sedang rewel, menangis, mimpi buruk, atau sakit. Ini penting untuk membangun rasa amannya, jadi jangan tidak pernah digendong sama sekali. Sebaliknya, jangan juga terlalu memanjakan. Terutama kalau bayi sudah bisa merangkak, orang tua tak perlu sering menggendongnya.

Menggendong dihentikan bila usia bayi sudah di atas 8 bulanan atau sudah bisa berdiri dan belajar berjalan. Di usia ini pun berat badannya sudah mencapai 8 kg lebih sehingga gampang membuat kita lelah jika menggendongnya.

Secara psikologis, kebiasaan digendong, terutama setelah bayi berumur di atas 8 bulan akan mendorongnya menjadi anak yang manja. Apa yang dia inginkan tinggal tunjuk dan orang yang menggendongnya akan mengambilkan. Bisa saja ia menjadikan tangisan sebagai senjata agar digendong. Tentunya yang paling banyak menggendong akan menerima akibatnya. Karena itu diperlukan sikap yang tegas

Untuk mengatasi ketergantungan digendong, ketika anak sudah bisa merangkak taruhlah dia dalam boksnya. Kalau sudah besar coba dudukkan dengan nyaman. Alihkan pada hal lain agar tak selalu minta digendong, mungkin dengan mengajaknya bermain atau bercanda. Kalaupun usianya sudah lebih besar, tak perlu digendong tapi bisa dengan cara lain seperti memberinya pelukan atau mendekapnya sambil duduk dan sebagainya

II.PELUKAN DAN BELAIAN HANGAT..
Bayi terlahir dengan kondisi yang sangat lemah dan tidak berdaya. Untuk bisa hidup normal ia sangat tergantung kepada orangtuanya. Selain ia sangat membutuhkan air susu ia juga sangat membutuhkan cinta, kasih-sayang, pemeliharaan, dan perlindungan dari orangtuanya.

Kekuatan cinta, perhatian, dan kasih-sayang yang diberikan orangtua kepada bayi seringkali menjadi penangguh atau obat bagi rasa sedih dan sakit yang ia rasakan. Ketika bayi sedang sedih, cemas, takut, atau sakit karena terjatuh, ia akan menjadi lebih tenang jika diberikan kasih sayang, belaian, dan pelukan oleh orangtuanya. Perhatian dan pengertian orangtua pada apa yang dibutuhkan bayi dapat membuat rasa sedih dan sakitnya berkurang atau bahkan menjadi tidak terasa lagi.

Hasil penemuan menunjukkan bahwa sukrosa bukanlah obat penghilang rasa sakit yang efektif. Tapi dengan memberikan pelukan pada bayi, akan jauh lebih efektif untuk menghilangkan rasa nyeri atau sakit. Karena merupakan suatu kebutuhan yang mendesak untuk segera menghilangkan rasa sakit pada bayi.
Pelukan yang diberikan akan memberikan kontak kulit antara ibu dan bayinya, saat itu tubuh akan melepaskan hormon oksitosin (hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan juga cinta) sehingga akan mempengaruhi psikologis bayi itu sendiri Selain itu seluruh bagian tubuh manusia memiliki daerah yang sensitif bila dipeluk, karenanya bayi akan merasa tenang dan nyaman jika mendapatkan pelukan. Hal ini sangat penting, karena adanya bukti yang menunjukkan bahwa rasa sakit dapat menyebabkan efek buruk jangka pendek dan juga jangka panjang terutama pada perkembangan saraf bayi
Dengan berlalunya waktu, kontak penuh kasih-sayang dengan orangtua itu bukan hanya merupakan sumber kepuasan dan kebahagiaan saja bagi sang bayi, akan tetapi juga bisa memperkuat kepribadiannya dalam menanggung semua bentuk duka derita, luka dan kememaran sebagai akibat dari macam-macam deraan hidup. Selain itu, cinta dan kasih sayang orangtua juga penting sekali bagi perkembangan karakter/watak dan kehidupan emosional bayi, yang kelak akan mampu mewarnai sikap hidup serta relasinya dengan individu lain. Cinta, kasih sayang, belaian, dukungan, dan perhatian orangtua dapat membuat anak hidup senang dan bahagia.
Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk.

TERAKHIR…
Perlu diketahui ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.

Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres.. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisi dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungandengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat dan merasa damai dan tentram.
Yuk.cintai buah hati kita dengan ketulusan hati kita…Jangan sgan untuk berikan pelukan dan belaian dengan penuh kasih sayang...

Sp:for my baby Kaelin Rain Horward
(Shatin,March 18 th 2011)
Andrea Nhordeeniz Wickham

0 komentar:

Poskan Komentar