Pages

Selasa, 15 Maret 2011

MARAH DI TINJAU DARI SEGI AGAMA DAN MEDICAL

Share on :



Dari Abu Hurairah r.a, bahawasanya ada seorang bernama Abu Darda telah berkata kepada Nabi SAW : " Nasihatilah kepadaku ! " Dijawab oleh Nabi SAW : " Jangan marah! " Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka tetap Rasulullah SAW mengatakan : " Jangan marah ! "

Apapun bentuknya marah tidaklah baik, baik marah yang dilontarkan maupun marah yang disembunyikan atau ditahan. Apapun nasehatnya, kalau disampaikan dengan keadaan marah, hasilnya juga tidak baik. Marah adalah api dan api sifat dasarnya adalah membakar, jadi orang yang marah sama halnya dengan membakar dirinya sendiri dan juga membakar orang lain.

Marah artinya gerakan nafsu diri, seketika meluap darah jantung dari suruhan syahwat untuk mempertahankan diri dan untuk melepaskan dendam. Cuma kemarahan itu tidak boleh timbul kalau tidak pada tempat dan waktunya. Bila kemarahan telah timbul tidak ditahan dengan fikiran dan akal sebelum dia menjalar, tidak ubahnya dia dengan api yang membakar, darah naik laksana uap, memenuhi otak, sehingga gelap menyelubungi hati sehingga tidak sanggup berfikir. Menyelimuti seluruh urat saraf, penglihatan nampak kecil bila memandang orang, ketika itu pertimbangan hilang, akal tertutup, fikir tersentak, angan-angan habis.

Orang yang marah laksana gua batu yang terbakar api terkurung di dalamnya dan angin masuk juga mengipasnya sehinggalah terkumpul di dalam gua asap dan uap yang menambahkan panas. Kedengaran api memakan kelilingnya habis menjadi bara. Meskipun diusahakan menyiram, maka air penyiram itu akhirnya akan menjadi minyak tanah menambah kerasnya api...
(walah...makin bahaya khan??)

Tahu nggak yang dimaksud orang KUAT??
Coba kita simak sebuah hadist Nabi ttg orang kuat...

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, "Bukanlah orang yang kuat itu yang dapat membanting lawannya, kekuatan seseorang itu bukan diukur dengan kekuatan tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang dapat menahan hawa nafsunya pada waktu marah."
(Bukhari - Muslim)

Jelas daripada hadist di atas bahwa kekuatan seseorang bukannya hanya diukur dari kekuatan fizikal semata-mata tetapi juga dilihat dari sudut kekuatan jiwa yang terpancar dari sifat menahan kemarahan. Apalah artinya kekuatan fizikal jika jiwanya lemah dan lesu? Menahan marah juga merupakan satu bentuk amalan yang melayakkan seseorang masuk ke dalam syurga Allah s.w.t.

Antara ciri-ciri orang yang masuk ke dalam syurga Allah s.w.t ialah mereka yang menahan kemarahan dan orang-orang seperti ini telah dipuji oleh Allah s.w.t sebagaimana yang dapat difahami dari firman Allah yang bermaksud :
"....mereka yang menafkahkan (harta) sama ada pada waktu lapang atau waktu sempit, mereka yang menahan kemarahan dan memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh manusia dan Allah mengasihi orang yang melakukan kebaikan".
(Surah Aali-Imran : ayat 134)

Nach itu sifat marah di tinjau dari agama…
Sekarang kita tinjau dari segi kesehatannya…
Seseorang yang mengendalikan marah dengan cara positif, memiliki tekanan darah lebih rendah dibanding orang yang menghadapi marah dengan cara negatif.

Seorang yang selalu marah atau sering marah, terbukti memiliki tekanan darah dan kolesterol yang tinggi. Begitu juga dengan produksi asam amino, sebagai penyebab pemicunya penyakit jantung.Karena itu, amarah harus dapat dikendalikan agar kesehatan tubuh dapat tetap terjaga.

Amarah terbukti mengancam kesehatan karena meningkatkan timbulnya serangan hipertensi, kolesterol meningkat, pembuluh darah arteri tersumbat, penyakit jantung, serta menurunnya kekebalan tubuh yang berefek mudah terkena penyakit lain.

Saat marah, jantung Anda akan bekerja lebih keras dan bernafas lebih cepat. Tak heran saat marah, Anda mengeluarkan kekuatan yang luar biasa besar. Buktinya? Suara Anda makin menggelegar, isinya berupa makian, teriakan dan gerakan tubuh yang kuat. Belum lagi ekspresi wajah yang menyeramkan, mata melotot, wajah merah padam atau berubah pucat pasi.
(nach lho…mengerikan kan?Kalo dokter mungkin para psiennya bisa kabur semua ya hehehe..begitu juga dgn para guru yang sering marah…bisa2x para muridnya ketakutan belajarnya…)

Lalu gimana ya nanganin MARAH tsb???
Hmmm…coba kita tengok ya..
Marah merupakan sifat tabi'e yang ada dalam diri manusia. Yang menjadi persoalannya sekarang ialah bagaimana kita mengatasi sifat marah supaya tidak merusakkan akhlak dan tindakan kita?

Ada beberapa cara untuk kita menghilangkan atau meredakan perasaan marah, antaranya :

1) Mengingati kelebihan dan ganjaran yang diberikan oleh Allah s.w.t kepada sesiapa yang menahan kemarahan.
mereka yang menafkahkan (harta) sama ada pada waktu lapang atau waktu sempit, mereka yang menahan kemarahan dan memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh manusia dan Allah mengasihi orang yang melakukan kebaikan".
(Surah Aali-Imran : ayat 134)

Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki." (HR Ahmad).

2) Mengingatkan diri kita betapa buruknya wajah kita ketika lagi marah

3) Memohon perlindungan kepada Allah daripada terjebak dalam kemarahan yang tidak kena pada tempatnya.
"Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya."
(HR Ibu 'Adi dalam al-Kaamil.)

4) Menukar posisi kita, umpamanya duduk ketika marah dalam keadaan berdiri
Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring."
(HR Ahmad).

5) Berwuduk sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w :
"Sesungguhnya marah itu datang daripada syaitan sedangkan syaitan itu berasal ciptaannya daripada api. Sesungguhnya api hanya boleh dipadamkan dengan air. Oleh kerana itu, apabila salah seorang kamu merasa marah maka hendaklah ia berwuduk".
(Riwayat Abu Dawud)

marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. "Maka dari itu, wudhu, mandi atau semisalnya, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah,…

Dan ingatlah...KALA EMOSI MENGUASAI JIWA...AKAL DAN FIKIRANPUN TAK TERKENDALI...

Yup…udahan dulu akh bahasnya…
Afwan jiddan jika dalam penyampaiannya kurang berkenan…
Salam Ukhuwah Islamiyah…please remember…I LOVE YOU ALL MY DEAR FRIENDS COZ ALLAH SWT….

Shatin,13 Maret 2011
Andrealica Nhordeeniz
Union Hospital

0 komentar:

Poskan Komentar