Pages

Selasa, 10 April 2012

TIREI KASIH YANG TERKOYAK

Share on :


“Menikahlah engkau dengan wanita lain ,Orchard…! Kumohon…!”pintanya
“Sstt..jangan banyak bicara dan memikirkan yang nggak-nggak.Istirahatlah…”jawabku pelan
“Aku serius..demi keturunanmu..! Kumohon Orchard..

“Tolong pahami perasaanku Kate..sudah berulang kali kukatakan kalau aku tak mau menikah lagi dgn wanita lain..Aku hanya ingin menyimpan satu nama di hatiku…hanya engkau..!
aku tak ingin memiliki bidadari di syurga kelak kecuali denganmu..

“Tapi kau butuh penerusmu,Orchard..Dan hanya akan kau dapatkan jika kau menikahi wanita lain.Kau tidak mungkin memiliki penerusmu dariku.Ususku sudah membusuk walau rahimku masih mampu mengandung anak kita.Aku diambang perjalanan menuju_Nya.
Kumohon demi kebahagiaanku ..segeralah menikah dengan wanita lain dengan syarat dia seorang wanita sholehah.

“Ini pilihan yang sangat sulit,Kate…!Aku tak sanggup memenuhi permintaanmu,Kate..! Sungguh…!


“kau harus ingat akan sabda Rosulullah yang berbunyi;
“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)

Begitu juga hadist yang lainnya
 “Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain”
(HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

“Aku paham tentang hal itu.Tapi tolong izinkan aku menemanimu sampai detik terakhir hidupmu..

“Tapi aku ingin menyaksikan pernikahanmu dan wanita mana yang akan menjadi penggantiku.Jadi please…menikahlah as soon as possible…demiku,Orchard..!

“Kate..maukah kita hentikan pembicaraan ini? Jawabanku tetap sama…Aku tak ingin menikah lagi .
Maaf Kate…aku mau bertemu dulu dengan doktermu.tadi dia menelephonku untuk menemuinya.
kuharap kau jangan banyak pikiran..istirahatlah dengan tenang biar kau cepat sembuh,oke?

******************
“Ada hal yang harus dirimu ketahui tentang istrimu,Orchard…! Kondisinya sudah benar2 kronis.Kanker diususnya sudah melebar luas.Kau harus siap2 untuk melepasnya.
“Apakah tak ada cara lain menyembuhkannya,Dok?

“Sudah sangat sulit secara medis.Hanya mukzijat dari_Nya yang bisa membuat dirinya bertahan.Saranku..temanilah istrimu dengan keceriaan sampai detik  terakhirnya.Kanker itu ganas dan sangat menyakitkan.Istrimu termasuk orang kuat menahan dahsyatnya serangan kankernya.Dia butuh seseorang disampingnya sebagai penguat.

“Bagaimana caraku membuat dirinya ceria sementara akhir2ini dia selalu memintaku untuk menikahi wanita lain?Permintaannya justru membuatku makin terpuruk dalam kesedihan.

“kalau memang permintaannya itu membuat dia bahagia..WHY NOT? Intinya..buatlah istrimu bahagia walau dengan sekecil apapun.Hati dan perasaan yang penuh bahagia akan melupakan rasa sakit yang dideritanya dan itu akan mempertahankan daya juang menahan rasa sakitnya.

“Aku akan mencoba dengan caraku sendiri membuatnya ceria.Tapi tidak dengan memenuhi permintaannya itu…dan tolong dokter bantu kami dalam medisnya…

**************
“Hello Kate..Look outside…Today is so sunny..Bird singing for you and tree is dancing for you.They wanna say Good morning and have a nice day to you.
“thanks Orchard..You’re a wonderfull husband.I really so happy today and I’ll become more happy if you can bring your future wife here..
“STOP ..Please Kate…jangan lanjutkan lagi pembicaraan itu.
“Aku bersunguh2 lho Orchard.Hariku tinggal menghitung waktu.Aku menginginkan seseorang menjaga dan merawatmu juga memberikan penerusmu.Aku tidak ingin dirimu sendirian

“Aku masih punya Allah swt,Kate..! Aku tidak sendirian.Yakinlah akan ada mukzijat darinya sepanjang kita yakin akan kekuasaan_Nya. Dengar Kate..aku ingin bercerita sesuatu kepadamu.
“cerita apa?
“tentang arti sebuah KEHILANGAN!’
“Maksudnya?
“Aku berhasil menemukan buku yang selama ini kau inginkan.Aku akan membacakannya untukmu,oke?
 Ada senyum mengembang dari bibir Kate .Matanya berbinar indah menatapku.Kukecup keningnya dan bersiap siap membacakan sebuah buku untuknya.

Kata demi kata kubaca.Bait demi bait kurangkai dan halaman demi halamanpun berlalu.Namun bacaanku terhenti tatkala kulihat tubuh Kate terkulai lemas di kursi rodanya.
Kupeluk dia dan tangisku pecah.Kupanggil berkali kali namanya namun Kate diam membisu..Kurasakan seolah duniaku hancur.Aku belum siap berpisah dengannya.
******************

Kutatap lagi photomu…dan butiran air mata menetes deras..
Jantungku berdetak keras dan beribu protes berlomba dalam hatiku
Hampa dan tak percaya..
Secepat ini Allah swt memanggilmu..
Meninggalkan serpihan  dalam hidupku…
Pedih dan sakit bagaikan hujaman pisau di jantungku..
Betapa dalam kehilanganmu..
Engkau bagian dalam jiwaku dan aku bagian dalam jiwamu..
Tatkala engkau pergi..bagian dalam jiwaku terasa mati..
Tak pernah kusangka begitu dalam kehilangan seseorang yang sangat kucintai
Sampai engkau pergi menemui_Nya..


Mengenangmu bangkitkan rasa dan kecamuknya sukmaku
Bayanganmu senantiasa menghantuiku..
Mengisi jiwaku dengan kepedihan dan kerinduanku..
Oh..berapa lama kupeluk engkau dalam  dekapanku..
Dan kucoba yakinkan dirimu bahwa engkau mampu
Tak akan ada perpisahan yang terjadi..
Pilihan hidup bersama menanti selamanya…


Tahukah engkau…
Seringkali kuberharap memberimu berapa tahun hidupmu..
Berharap menyapu tetesan air mata kepedihan
Berharap mengurangi rasa sakitmu..
Memberi pelangi dalam pedihmu..
Dalam balutan hari indah penuh cinta dan semangat…


Engkau hadir dalam hidupku bagaikan bidadari..
Kehangatan jiwa dan kelembutan hatimu
Bagaikan kilauan berlian nan bijaksana..  
Bagaikan melody lagu nan indah   
Memberi nafas dalam irama kehidupan…                                              

Sungguh..tak ingin kusampaikan Goodbye
Aku ingin tetap bersamamu..
Merajut hari-hari indah
Dan kuyakin masih ada sejuta keajaiban
Menghapus rasa sakit dan deritamu..

Kuyakin engkau melihatku dari sana..
Walau diriku sendiri sulit melihatmu
Namun Rasa cinta dan rinduku ..
terpatri indah dalam hatiku..
Dalam balutan do’aku…

*************

Saikung(Hong Kong) April 2012
Andrealica Nhordeeniz

Mengenang Kate Magdalena

0 komentar:

Poskan Komentar