Pages

Selasa, 19 April 2011

HADIAH FIQIH PENYEJUK KALBU (bag 1)

Share on :



(Kisah nyata pasien kanker Rahim yang tersentuh kalbunya saat membaca sebuah buku FIQIH WANITA hadiah seorang sahabat dari bandung.Meninggalkan penderitaannya saat mendekap buku fiqih wanita tsb.semoga ada ibrah yang bisa di petik..)

Genggaman tangannya sangat erat bahkan kuku2xnya menyakiti kulit tanganku dan tangan Fanny.
Meronta kesana kemari menahan rasa sakitnya.Pemandangan yang lebih parah daripada wanita melahirkan.

“Saya sudah tak tahan,Dok…!”rintihnya.”Perutku sakit.Sakit banget.Rahimku serasa terbakar bara.Tolong saya…please…!


Bertahanlah…!Saya akan coba berikan pain killer first…
“Saya sudah tak kuat…!Tolong beri saya death injection biar saya tak merasakan kutukan ini,Dok! Please…please…
“Saya tak mungkin melakukannya karena saya tak mau mendahului kehendak_Nya.Cobalah bertahan.Kami mencoba menolongmu,oke?

Dia terus berteriak kesakitan.kakinya bergerak kesana kemari tak peduli menimpa orang2x disekitarnya atau peralatan mesin yang dipasang untuknya.Rintihannya benar-benar memilukan hati siapapun yang mendengarkannya.
Agak kewalahan juga kami menenangkannya.Dan satu suntikan dari Fanny membuat tubuhnya terkulai tak berdaya..

Emely Chan…
itulah nama gadis itu.Punya latar belakang yang cemerlang.wanita karier dengan sejuta mimpi.lulusan sekolah bergengsi di London dan wajah yang cantik.
Pergaulan bebas menghantarkannya menemuiku untuk suatu penyembuhan.Ya…penyembuhan yang sangat sulit untuk dipertaruhkan kecuali atas kehendak_Nya.
______________

“May I borrow your book?
“Yes…of course..! Which one?
“The red one please...
“Are you sure?”tanyaku ragu.
Sebuah anggukan yang disertai senyum kesakitan memberikan jawaban atas keraguanku.
Kuberikan buku berwarna merah kecoklatan yang sering kubaca kala lunch time.Sebuah buku kiriman seorang sahabatku .
Lama dia membolak balikan buku tsb dengan kerutan di wajah yang makin membuat miris orang melihatnya.

“Maaf…saya sungguh tidak mengerti dengan tulisan dalam bukumu ini.
Banyak tulisan keriting dan normal namun sungguh saya tak mengerti isinya.Bahasa apakah yang dipakai dalam bukumu ini?”

Diriku tersenyum simpul saat mendengar istilah tulisan KERITING..
Kutatap wajahnya…akh..sangat tirus sekali walau masih memancarkan sisa sisa kecantikannya.
Tubuhnya sangat kurus ibarat daging terbalut tulang BUKAN tulang berbalut daging.Hampir spt mayat hidup akibat penderitaannya.

“Buku ini ditulis dalam bahasa Indonesia dan Arabic.Yang tulisan keriting itu versi bahasa Arabic.

“Adakah yang versi English?
Kugelengkan kepalaku…
“hmm…Fiqih Wanita…buku apa ini?bisakah dijelaskan?”

“Fiqih atau fiqh (bahasa Arab:ﻓﻘﻪ) adalah salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus membahas persoalan hukum yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik kehidupan pribadi, bermasyarakat maupun kehidupan manusia dengan Tuhannya.
Fiqih membahas tentang bagaimana cara beribadah, tentang prinsip Rukun Islam dan hubungan antar manusia sesuai dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah.”jelasku panjang lebar.

“wow…apakah semua itu ada dalam ajaran agamamu?Contohnya spt apa?”tanyanya antusias
“misalnya membahas tentang Heidh bagi kaum wanita, tentang pernikahan,berhias,pergaulan wanita,takdir dll.semua ada dalam buku ini..

“Saya ingin membacanya,bisakah dicarikan dalam versi English atau chinesse?

“hm…sayang sekali versi bahasa english itu belum saya dapatkan.Buku ini juga saya dapatkan sbg hadiah seorang sahabat dari Bandung.

“Sahabatmu dari bandung?Khusnul Khotimah atau Christine?

“Khusnul Khotimah…nama aslinya Siti Nafidah anshory.beliaulah yang sering mengirimkan makalah2 islam yang pernah kau baca juga.

“ya..catatannya sangat bagus…sangat kritis…senang sekali jika bisa berkenalan dengan beliau ya?
tapi…apakah bisa beliau itu mengirimkan buku fiqih ini versi English buat saya?

“Saya tidak bisa berjanji tapi insyaAllah saya akan usahakan untuk mencarinya jika dirimu benar2x tertarik.
hm…atau gini saja…gimana kalau tiap bab dr buku ini ku translate ke versi English dan sy prints buatmu?

“Wach ide baik…boleh…terima kasih ya!”
“O ya..saya ada buku dalam 3 versi bahasa yaitu English,Arabic dan Indonesia.Jika drmu ingin membacanya..saya akan berikan.Sebentar..saya ambilkan dr laci meja kerjaku ya..
_________
“Buku apa ini?Koq banyak tulisan KERITINGNYA???”tanyanya heran saat kusodorkan kpdnya.
“Kitab suci al Qur’an!
“Tapi saya kan nggak punya agama?ini kan buat orang MOSLEM sptmu?
“Kitab suci Al Qur’an memang kitab sucinya umat Islam…tetapi tidak ada salahnya orang di luar Islam untuk mempelajarinya atau sekedar membacanya.Didalamnya terkandung berjuta keindahan ayat2x Allah yang mengatur kita selaku makhluk ciptaan_Nya

“Ya..saya pernah dengar kalau al quran_mu menceritakan berbagai kisah zaman dulu termasuk ttg TUHAN YESUS,SOLOMON.NOAH dll.Benarkah itu?”

“Yesus BUKAN tuhan tetapi seorang nabi dan rosul Allah.Dalam Islam kita mengenalnya sebagai nabi Isa as.Solomon untuk Nabi Sulaeman dan Noah untuk Nabi Nuh.
Semuanya ada dalam kitab suci al qur’an ini berikut sejarah mereka.
Saya tidak ingin memaksamu untuk membacanya…tetapi jika dirimu ingin membacanya dipersilahkan.

“Baiklah..saya akan membacanya.sekedar ingin tahu saja.Jujur saja saya sdr bingung dengan aturan berbagai agama baik Kristen,Budhis,Hindu, dll.Mangkanya saya memilih tidak punya agama apapun…jadi bebas dan nggak pusing..”

aku tersenyum sedih mendengar pernyataannya yang blak-blakan..namun kucoba untuk mengertinya.
Hongkong bukanlah Negara berfanatik terhadap suatu agama.
Kebebasan yang terlalu memuncak menyebabkan penduduknya hidup jauh dari kaidah agama…apalgi kaidah Islam.
Rasanya sesak dan tersengal-sengal umat Islam di Hkg untuk bernafas.
Namun yang patut kuacungi jempol adalah saling pengertian dan menghargai antara warga sangat tinggi juga.

“Maaf..saya tinggal dulu ya…masih ada pasien yang harus saya periksa.Kapan-kapan lagi kita ngobrolnya.Jangan lupa besok siang Radiotherapymu yang ke 42x…jadi siapkan kondisimu ya.biar fit.
Kalau diaremu makin deras..maka akan ditunda dulu yang berarti drmu harus makin lama menginap disini…”ujarku seraya membelai tangannya yang kurus kering itu.

“Bolehkah saya bertanya lagi Dok?Satu pertanyaan saja untuk kali ini”pintanya sambil memegangi tanganku seolah tak mau melepaskanku pergi.
Kuanggukan kepalaku…(BERSAMBUNG KE BAG 2)

0 komentar:

Poskan Komentar