Pages

Sabtu, 18 April 2015

PETUALANGAN DI BAWAH AIR

Share on :


Lulu dan Lili adalah 2 saudara kembar dari ibu Marabela dan Bapak Rudi.Mereka baru berusia 11 tahun namun mereka anak yang cerdas dan kreatif.Tak aneh jika Lulu dan Lili senantiasa menjadi juara di kelasnya masing-masing.Orang tua mereka sangat menyayanginya karena Lulu dan Lili tumbuh menjadi anak yang sholehah.
“Kalian sudah siap semua nggak?”Tanya ibu Marabela
“ya Bunda..kami sudah siap tinggal berangkat!”jawab Lulu sambil membereskan tasnya.
“Kalau kalian sudah siap semua,ayo kita berangkat !”kata bapak Rudi
“Ayo..siapa takut?Kita bertamasya berkeliling dunia !”kata Lili ceria.
“Bukan keliling dunia tetapi keliling perkebunan karet ya Ayah?”sahut Lulu yang di jawab dgn anggukan kepala ayahnya.


Mereka segera memasukan perbekalan untuk bertamasya ke dalam mobil mereka.Jarak yang akan ditempuh cukup jauh juga dan memakan waktu beberapa jam.maklum mereka tinggal dikota besar sementara  tempat yang akan dituju disebuah pegunungan.
lamanya perjalan membuat Lulu dan Lili tertidur.Apalagi dibelai oleh tiupan angin seolah menemani mimpi indah mereka.
“Luli..ayo bangun,Nak!”kata ibunya dengan lembut.Luli adalah panggilan singkat untuk anak kembar tersebut.Lulu dan Lili..
“Hoam..dimana kita,Bund?Koq banyak pohon karet?”Tanya Lulu bingung
“Kita sudah sampai diperkebunan karet milik pak Masdi !”jawab ayahnya.
“Pak Masdi yang sahabat ayah sejak kecil ya?”Tanya Lili..”Rumahnya masih jauh nggak?”
“Tukh rumahnya kelihatan dari sini.Kita akan menginap beberapa hari dirumah mereka sambil menikmani keindahan pegunungan disini.Kalian bisa menikmati keindahan danau disekitar sini dengan taman-taman yang indah !”kata ibunya.




“Ada danau?”Tanya Lili ceria.”wah asyik juga kita bisa berenang sepuasnya ya !”
“Rasanya sudah tak sabar ingin segera berenang di danau.!”kata Lulu
“Tapi kita harus menemui dulu keluarga pak Masdi ya!”kata ayahnya yang disambut dengan anggukan kepala mereka.


Mereka segera menuju rumah kediaman pak Masdi.Rumah yang sangat luas tetapi seperti villa dipuncak-puncak pegunungan.Kedatangan mereka disambut dengan hangat oleh keluarga pak Masdi.Keakraban sebagai keluarga besar betul-betul terasakan.
“Maaf  Om Masdi…mau tanya.Kata Ayah dan Bunda kalau Om punya anak sebaya dengan kami tapi koq tak kelihatan?”tanya Lili.
“Oh..maksud kalian anak Om yang bernama Latifa?Dia ada di danau..pasti lagi main bersama angsa dan bebek kesayangannya..”jawab pak Masdi.
“Boleh nggak kami pergi menemuinya sekarang juga?”tanya Lulu kepada orang tuanya.”Tapi kami tak tahu dimana letak danau tersebut”
“Gampang carinya.Dari sini..ikuti saja jalan setapak yang pakai batu-batu kecil ..pasti sampai ke danau.Nach..Latifa pasti masih berenang disana “jelas bu Masdi.
“Kalau begitu kami pamit dulu sekarang.kami nggak sabar ingin bertemu Latifa dan bermain bersama di danau !”kata Lili.
Lulu dan Lili segera berlari menyusuri jalan setapak yang berkerikil.Mereka ingin segera bertemu dengan Latifa dan bermain bersama di danau.
“Hello..saya Lulu dan ini adik saya bernama Lili..bolehkah kami bermain bersamamu?”kata Lulu begitu sampai didekat danau dan melihat seorang gadis yang sebaya dengannya sedang berenang.

“Ya..silahkan..kita bisa bermain bersama disini.!”sahut gadis itu.
“Kamu pasti Latifa..iya kan?”tanya Lili yang dijawab dengan anggukan kepala gadis itu.”Saya ingin berenang di danau ini..tapi apakah danau ini aman dan bersih?”
“Jangan khawatir..danau ini sangat bersih dan aman.Aku sering berenang dan bermain disini.Ayolah…kita berenang bersama !”Jawab Latifa sambil tersenyum.
Lulu dan Lili segera berganti pakaian dan menceburkan dirinya ke dalam danau yang airnya kebiru-biruan.Bertiga mereka berenang hilir mudik mengitari danau tersebut.Gelak tawa ceria mewarnai persahabatan mereka.
“Hai..lihat batu besar itu…sekilas tampak seperti batu terowongan ya?”kata Lili sambil menunjuk batu besar yang menjulang tinggi di pinggir sebelah barat danau tersebut.
“bagaimana kalau kita berlomba berenang dari sini sampai ke tempat batu besar itu?”saran Lulu
“Nggak mau ah..takut !”kata Latifa
“Ah..masa takut?kita kan sudah besar..dan katamu danau ini aman dan bersih.!”jawab Lli
“Disini memang aman dan bersih…tapi kata orang tuaku berenang dekat batu besar itu sangat berbahaya.Saya belum pernah berenang dekat batu besar itu !”jawab Latifa
“Ayolah kita coba berenang kesana.Jangan takut..kita kan bertiga !”kata Lulu yang langsung berenang menuju kea rah batu besar itu.


Lili dan Latifa akhirnya mengikuti Lulu yang berenang menuju kearah batu besar itu.Bertiga mereka mulai mendekati batu besar tersebut.Rasa penasaran membuat tangan mereka meraba-raba batu besar tersebut.
“hai..lihat.disini banyak sekali ikan-ikan yang hilir mudik.!”kata Lili ceria.
“ya..ikannya banyak sekali dan indah warnanya.Bagaimana kalau kita tangkap dan kita pelihara di aquarium nanti?”usul Latifa sambil tangannya mencoba menangkap ikan-ikan tersebut.


“Usul yang sangat bagus.Ayo kita coba tangkap lagi !”kata Lulu bersemangat.
Mereka makin asyik mencoba menangkap ikan-ikan yang berkeliaran diantara batu besar tersebut.Tanpa mereka sadari kalau mereka makin jauh berada dari tempat semula di pinggir danau.Mereka makin masuk diantara bebatuan yang besar itu.
“Hai..lihat…batu besar ini koq aneh ya?”tanya Lulu sambil meraba-raba permukaan batu besar itu.
“Iya..tombol apa ini ya?”tanya Latifa heran
“Ya…seperti batu permata yang menempel di batu besar ini.Indah sekali.coba kita ambil !”kata Lili sambil mencoba mengambil mengambilnya. “uh..koq susah ya?”
“Masa sich?ayo kita coba lagi mengambilnya.Mungkin harus pakai sesuatu ntuk mengambilnya biar terlepas dari tempatnya !”usul Latifa.
Mereka bertiga berusaha keras melepaskannya namun tidak berhasil.
“Mungkin tidak perlu dipaksa melepaskannya.Mungkin tombol ini tombol rahasia..!”kata Lili
“maksudmu?”tanya Lulu tak mengerti
“Aku tak tahu untuk menjelaskannya.Tetapi aku teringat dengan kisah-kisah petualangan yang sering kubaca dibuku.Mungkin tombol ini sebagai pintu pembuka ke tempat rahasia.”kata Lili panjang lebar.
“Ah..itu kan hanya ada dalam buku-buku dongeng saja.Kita ini hanya ada di dunia nyata!”kata Lulu sambil mengusap-usap tombol di batu besar itu.


Tiba-tiba sesuatu terjadi tatkala Lulu mengusap-usap tombol di batu besar itu.Batu besar itu seolah terbuka lebar menyerupai pintu dan tiba-tiba sebuah kincir air besar menyedot tubuh mereka ke bawah dasar danau.Antara kaget dan takut mereka berusaha menyelamatkan diri dengan cara tetap bergandengan tangan dan berusaha melepaskan diri dari arus kincir yang sangat deras itu.namun usaha mereka sia-sia.Sekuat apapun usaha mereka melepaskan diri dari arus kincir tersebut nyatanya tubuh mungil mereka tetap tersedot kebawah dasar  danau tersebut.Mereka sudah pasrah dengan nasib mereka.

“Selamat datang di istana kami,teman teman baruku !”sebuah suara menyadarkan lili,Lulu dan Latifa dari pingsan mereka.
Mereka kaget bukan main tatkala melihat disekeliling mereka.Mereka berada disebuah istana yang megah namun dikelilingi banyak putri duyung.Sebuah kerajaan dibawah dasar lautan.


“Jangan takut teman...kalian aman disini.Namaku Aoria dan mereka semua adalah saudara-saudaraku.!”kata putri duyung yang cantik itu sambil memperkenalkan nama saudara-saudaranya yang bernama Cheriel,Flouria,Sabrina,Bilie,dsb.
“Maaf..ada dimana kami ini?tanya Lulu ketakutan.
“Kalian berada di istana putri duyung saat ini.Tanpa kalian sadari..kalian telah membuka pintu rahasia kerajaan kami.!”kata putri duyung Flouria.
“Apa?Bagaimana mungkin?kami hanya bermain didanau saja !”kata Latifa bingung
“Kalian secara tidak sengaja mengusap-usap tombol dibatu besar yang merupakan tombol rahasia pintu pembuka kerajaan putri duyung.Siapapun yang berhasil memasuki istana kami maka akan berubah wujudnya menjadi seperti kami.!”jelas putri duyung Cheriel


“Apa?tidak mungkin.kami menjadi seperti kalian”kata Lili kaget
“Lihatlah tubuh kalian.Kalian sudah sama mirip dengan kami.kalian sudah tidak memiliki kaki manusia tetapi ekor ikan seperti kami  !”kata putri duyung Aoria sambil tersenyum.
Lulu,Latifa dan Lili sambil berpandangan.Dan mereka kaget bukan main tatkala melihat wujud tubuh mereka sudah berubah layaknya seekor ikan duyung.Tanpa terasa air mata mereka mulai berjatuhan.Mereka sangat bersedih dengan nasib mereka yang telah berubah dari wujud manusia menjadi wujud ikan duyung.Apalagi tatkala mereka teringat akan orang tua mereka.


“Jangan bersedih.Kalian akan bersenang-senang dengan kami.Kami akan menjaga kalian dengan baik.Kami tidak akan mencelakakan kalian!”kata putri duyung Sabrina.
“Mulai sekarang kami akan memanggilmu sesuai nama kalung yang kalian kenakan.kalian juga akan mempunyai kamar masing-masing sesuai nama kalian.!”kata putri duyung Aoria lagi.
Lulu,Latifa dan Lili saling berpandangan.Lulu meraba kalungnya yang ternyata memakai kalung Hanon.Latifa ternyata memakai kalung Luchia sedangkan Lili memakai kalung Noel.

“Kalian istirahat dulu di kamar masing-masing dan nanti sore kita berkumpul bersama.Kami akan mengajak kalian bermain dan berpetualang di istana kami.Jangan lupa untuk membuka kamar kalian masing-masing harus memasukan bandol kalung kalian ke lubang kunci pintu kamar kalian sambil menyebutkan nama kalian 3 kali.”papar putri duyung Cheriel.

Lulu,Lili dan Latifa segera beranjak dari tempat itu.Aneh bin ajaib mereka merasakan tubuh mereka melayang layaknya seekor ikan.dengan lincah mereka segera mengikuti putri-putri duyung yang memberikan petunjuk dimana tempat kamar mereka.
“Nach..ini kamar kalian.Selamat beristirahat !”kata putri duyung Aoria.
Lulu memasuki kamar yang berdaun pintu warna biru.Di depannya tertera nama HANON.Sementara Latifa memasuki kamarnya yang berdaun pintu berwarna hijau dan bertuliskan LUCHIA dan Lili memasuki kamarnya yang berdaun pintu warna pink dan bertuliskan nama NOEL.Mereka bertiga segera beristirahat di kamarnya masing-masing.

Waktu terus beranjak.Tak terasa sore pun tiba.Sebuah ketukan pintu membangunkan istirahat mereka.Lulu,Lili dan Latifa mengikuti rombongan Aoria dan kawan-kawannya.
“Apa ini?”tanya Luchia alias Latifa saat disodorin semangkuk sup panas.
“Sup Alga biru dan buah berry !”kata Sabrina ambil tersenyum
“Hm..sepertinya enak juga ya?”kata Noel alias Lili
“Ya..cobalah mencicipi...pasti kalian akan menyukainya”kata Aoria
“Apakah tidak beracun bagi kami?”tanya Hanon alias Lulu.
“Jangan khawatir Hanon..makanan yang kami sajikan aman untuk dimakan “jelas Cheriel


Hanon,Luchia dan Noel segera menyantap sup yang disajikan oleh mereka.Rasanya sangat lezat sehingga Luchia menambah satu mangkuk sup lagi.Sambil menikmati sup hangat mereka bercerita dan bercanda.Hanon,Luchia dan Noel segera lupa kesedihan mereka yang sebelumnya sebagai manusia dan berubah menjadi makhluk duyung.

“Setelah menyantap sup Alga biru kita semua akan pergi ke perpustakaan.Kita harus berhasil menemukan buku Mermaid Melody !”kata Aoria
“Ya..kita sebisa mungkin harus berhasil menemukannya agar kita bisa mengalahkan musuh kita.Dengan buku itu kita bisa tahu tentang kelemahan musuh-musuh kita!”kata Sabrina mantap.
“Maksud kalian buku apa?Aku tak mengerti “kata Noel bingung.
“Buku Mermaid Melody adalah buku Legenda dari nenek moyang kami.Isinya terdapat berbagai ramuan dan trick-trick cara mengalahkan musuh-musuh kami.Buku itu ada yang mencuri dari istana kami dan sampai sekarang belum diketemukan.”jelas Aoria.
“Memangnya musuh kalian siapa saja?”tanya Hanon tak mengerti
“Banyak sekali musuh kami diantaranya Black Head dan Piranha dan sebagainya.Dan mereka bisa dikalahkan kalau kita bisa mengetahui kelemahan mereka.”kata Cheriel
“Dan kelemahan mereka hanya bisa diketahui lewat buku Legenda Mermaid Melody.Begitu maksudmu?”tanya Luchia yang dijawab dengan anggukan Aoria.
“Berarti kita harus secepatnya menemukan buku tersebut !”kata Noel
“Ya..dan kita harus berhasil kali ini.Kalau kita gagal lagi menemukannya maka besar kemungkinan musuh kita akan membinasakan kita semua!”kata Cheriel
“kalau begitu ayo kita segera berpencar mencarinya.Jangan buang waktu !”kata Hanon bersemangat
Mereka segera berpencar mencari buku Legenda Mermaid Melody di perpustakaan.Perpustakaan sangat luas dan banyak sekali buku-buku kuno yang tersusun rapi di rak buku perpustakaan.Sibuk sekali mereka membuka buku-buku kuno namun buku yang dicari belum juga diketemukan.
“Hai..lihat..ini buku yang kita cari.Lihat judulnya LEGENDA MERMAID MELODY !”teriak Luchia gembira.Mereka segera menghampiri Luchia dan memeriksa buku kuno tersebut.
“Hm..sudah kuduga hanya Luchia yang bisa menemukannya.Dalam mimpiku memang hanya Luchia yang bisa menemukan buku tersebut.”kata Aoria
“Ayo kita buka halaman 9 dari buku itu.Kita harus melawan Piranha dulu”kata Sabrina senang.
Mereka segera membuka halaman 9 dari buku tersebut.Namun mereka tidak bisa membaca apapun dari halaman 9 buku tersebut.
“Tulisannya aneh dan kita tidak bisa membacanya !”kata Cheriel sedih.
“Berarti perjuangan kita menemukan buku ini sia-sia kalau kita sendiripun tidak mengerti dari tulisan ini !”keluh Sabrina
“Jangan putus asa.Kita harus cari tahu bagaimana memecahkan persoalan ini.Banyak jalan menuju roma “kata Aoria memberi semangat teman-temannya.
“Oya..aku teringat sesuatu.Untuk bisa membaca tulisan ini harus ada yang disatukan sebagai penerang tulisan ini.”kata Belie tiba-tiba
“Maksudmu?”tanya Aoria tak mengerti
“Hanon dan Noel adalah kembar bersaudara.Hanya mereka yang bisa membuka dan membaca tulisan halmanan 9 buku Legenda ini.”kata Belie lagi
“Caranya bagaimana?”tanya Sabrina tak mengerti
“Hanon dan Noel..tolong ulurkan jari manis kalian.Satukan cincin dijari manis kalian lalu arahkan ke buku tersebut !”kata Belie lagi.
Hanon dan Noel menuruti seperti perintah Belie walaupun mereka sendiri tidak mengerti.


Ajaib…tiba-tiba halaman 9 dari buku Legenda Mermaid Melody memancarkan cahaya putih dan semua putri duyung bisa membaca tulisan dari buku tersebut.
Dalam tulisan itu terdapat cara membuat ramuan untuk mengalahkan Piranha dan cara-cara menyelamatkan diri tatkala diserang tiba-tiba oleh piranha.
“Kita sudah berhasil mengetahui cara membuat ramuan untuk membinasakan piranha.Kita harus berpencar lagi untuk mencari bahan-bahan membuat ramuan itu.Kita bagi menjadi 3 kelompok dan masig-masing kelompok harus berhasil membawa bahan ramuan tersebut.Kita akan berkumpul satu jam lagi di dapur istana “kata Aoria.


Mereka segera berpencar dan bersatu sesuai kelompok masing-masing.Masing-masing bekerja keras mendapatkan bahan-bahan ramuan.Persatuan mereka jaga dengan baik karena mereka menyadari dengan ikatan bersatulah segalanya akan berhasil dengan baik.

Satu langkah demi langkah mereka lakukan menuruti buku petunjuk Legenda Mermaid Melody.Walau mereka terasa sulit tetapi mereka pantang menyerah demi menyelamatkan keselamatan mereka dari serangan piranha.

“Akhirnya kita berhasil membuat ramuan ajaib untuk melawan Piranha.Nanti malam tatkala piranha sedang terlelap tidur kita akan mencobanya menaburkan ramuan ini disekeliling tempat piranha.Ingat..kita harus super hati-hati menaburkannya.Kalau tidak justru akan menjadi racun buat kita sendiri dan kita bisa mati !”kata Cheriel


“Mungkin hanya aku,Noel,Luchia,Hanon,dan Sabrina yang akan menaburkannya.yang lainnya bersikap mengawasi kedatangan piranha jika tiba-tiba menyerang !”kata Aoria lagi.
“Aku tak mau ikut…pilih saja yang lain !”kata Noel
“Maaf Noel..justru kamu dan Hanon yang akan menyebarkan ramuan ini di tempat utama Piranha itu “kata Cheriel tegas
“Mengapa kami? Kami takut !”kata Noel lagi
“Kalian kembar bersaudara dan menurut buku legenda itu hanya kembar bersaudara yang bisa membunuh para piranha !”jelas Aoria
“Jangan takut..kami semua akan tetap melindungi keselamatan kalian “kata Belie mantap
“Lebih baik kita pasang strategi yang mantap biar tidak ada kesalahan fatal”usul Sabrina yang disetujui mereka.
“Ya..untuk saat ini kita istirahat dulu di kamar masing-masing.Jangan lupa jam 9 malam kita berkumpul lagi disini untuk menjalankan rencana kita !”kata Cheriel


Mereka akhirnya berpencar ke kamar masing-masing.Tepat jam 9 malam mereka berkumpul lagi untuk melancarkan rencana semula.Setelah menyantap makan malam mereka pun bersiap-siap menuju daerah para piranha berada.

Mereka berjalan secara perlahan dan beriringan menuju daerah dimana piranha berkumpul.Jarak istana mereka ke tempat para piranha cukup jauh sekitar 5 km.Namun mereka tidak pantang menyerah karena tekad mereka ingin menumpas para piranha yang telah merusak dan menewaskan para duyung.Ekor mereka terlihat sangat indah dalam pantulan cahaya malam.

Begitu sampai ke tempat para piranha mereka segera memasang strategi.Hanon dan Noel berjalan di depan sambil membawa botol ramuan yang akan di tuangkan di tempat utama para piranha.Aoria,Sabrina dan Luchia mengapit Hanon dan Noel.
Sementara yang lainnya berjaga-jaga disekitar tempat para piranha.Terlihat banyak sekali para piranha yang sedang lelap tertidur.


Pelan-pelan Hanon dan Noel menuangkan botol ramuan ke sebuah wadah yang biasa dipakai para piranha untuk minum.Setelah selesai menuangkannya mereka segera beranjak dari tempat para piranha tersebut dan para duyungpun segera meninggalkan tempat itu.

Ramuan yang dituangkan itu tiba-tiba menimbulkan asap yang berbau tak sedap.Bau yang aneh dan tak sedap menyebabkan beberapa piranha terbangun dan panic.Namun ada juga yang langsung mati terkena racun dari ramuan tersebut.
Para piranha yang masih kuat menahan racun ramuan segera memberi tanda kepada temannya akan bahaya yang mengancam jiwa mereka.Dengan bunyi tanda bahaya mereka memberi komando bahwa ada musuh yang sudah menyelinap ke tempat mereka.Dengan satu keyakinan di benak mereka bahwa para duyunglah yang telah menyerang mereka.

maka para piranhapun segera menyusun strategi untuk menyerang balik para duyung.Dengan ketangkasan yang mereka miliki akhirnya mereka bisa menyusul dan melihat bayangan para duyung yang terlihat jelas dalam temaran cahaya.
Hanon,Noel,Luchia dan yang lainnya merasakan ada bahaya yang akan mengancam jiwa mereka.Dengan sudut mata dan insting mereka merasakan kalau para piranha mencoba mengejar mereka.Mereka berusaha berenang secepatnya menuju istana mereka untuk menyelamatkan diri.

“Ayo teman-teman…cepat berenang dan masuk ke pintu gerbang istana kita.Para Piranha makin dekat dan kita harus menutup pintu istana dengan kuat !”teriak Aoria memberi komando.
Aoria dan temannya makin terlihat was-was tatkala melihat Noel dan Luchia masih berada jauh dari pintu gerbang istana.sementara yang lainnya udah sampai memasuki pintu gerbang tersebut.

Hanon dan Cheriel berusaha berenang kembali menuju Noel dan Luchia.Mereka ingin membantu Noel dan Luchia yang tampak kelelahan dalam berenang.
Hanon segera menggendong Noel yang sudah sangat kelelahan berenang sedangkan Cheriel menggendong Luchia.Mereka berempat berusaha berenang secepatnya menuju pintu gerbang istana.Aoria dan Sabrina menunggu was-was kedatangan mereka dipintu gerbang itu.


Luchia dan Cheriel berhasil mencapai pitu gerbang istana.Sayang sekali bagi Noel dan Hanon.
Mereka tidak bisa berenang dengan cepat karena tubuh Hanon terkena gigitan seekor piranha ganas.
“Noel..cepat masuk ke pintu gerbang.selamatkan dirimu !”kata Hanon sambil mendorong Noel kearah pintu gerbang.
“Tidak.aku tidak akan meninggalkan kakak seorang diri disini.Aku harus menolongmu,Kak  Hanon “teriak Noel
“Noel..biarkan kakak disini.kamu harus segera menyelamatkan diri.Ayo masuk ke dalam !”kata Hanon sambil mendorong tubuh Noel ke dalam pintu gerbang istana.
Hanon segera berjaga dan mempersiapkan diri dari serangan piranha.Hanon sadar bahwa bahaya sedang mengancam jiwanya.Namun dia bertekad akan berjuang menyelamatkan jiwanya.


Tiga piranha besar mulai berdatangan mengeliling Hanon.Wajah mereka penuh dengan api amarah.Hanon makin bersikap waspada.Dia mencoba menahan rasa perih di bagian kakinya akibat gigitan salah satu piranha.

Dengan menahan nafas,Hanon menaburkan kembali sisa ramuan dalam botol yang sedang dipegangnya.Akibatnya para piranha merasakan rasa pusing dan mual akibat efek dari ramuan tersebut.Para piranha makin hebat menyerang Hanon dan Hanon berusaha berkelit ke arah yang aman.Beruntung tiba-tiba bantuan dari para duyung datang.Aoria,Sabrina,Cheriel dan Belie datang secara serentak memberikan bantuan kepada Hanon.


Dengan tongkat ajaib mereka memantulkan cahaya terang benderang kearah mata piranha sehingga para piranha mengalami penglihatan yang silau dan buta.Akhirnya para piranha segera melarikan diri dari tempat itu.
Aoria dan temannya segera menolong Hanon yang terduduk lemas dan mengeluarkan banyak darah.Mereka segera menggotong Hanon dan membawanya ke dalam istana mereka.

para duyung sibuk memberikan pengobatan untuk Hanon.Noel sangat bersedih melihat kakaknya terduduk lemas dengan penuh darah.
“Lukanya sangat parah.Hanya ada satu obat yang bisa mengobatinya yaitu dengan rumput laut ajaib “kata Sabrina sedih.
“Rumput laut ajaib?Dimana kita bisa mendapatkannya?tanya Aoria
“Saya tidak tahu dimana rumput laut ajaib berada.Tapi sepengetahuanku luka seperti ini hanya bisa sembuh oleh rumput laut ajaib.”jawab Sabrina sedih
“Mungkin kita bisa cari tahu di buku Legenda Mermaid Melody !”kata Luchia
“Ya benar…kalau tak salah di halaman 21 tentang rumput laut ajaib itu” jawab Belie
“Coba kita buka dan baca agar kita bisa mengobati Hanon “kata Cheriel


Mereka segera membuka halaman 21 dari buku Legenda Mermaid Melody.Menurut petunjuk buku itu kalau rumput laut ajaib hanya miliki oleh Ratu Remis dan istananya terletak di antara gundukan batu karang.Dan rumput laut ajaib yang bisa dipakai mengobati Hanon yang memancarkan mutiara diantara sela-sela rumput laut tersebut.

“Kita harus bisa mencari rumput laut ajaib untuk mengobati Hanon.Kalau dalam 2 hari kita tidak berhasil mengobati Hanon maka nyawanya tidak akan tertolong.Untuk sementara,kita mengobati luka Hanon dengan ramuan yang kita miliki dulu.Besok pagi sebagian dari kita pergi menemui Ratu Remis untuk  meminta izin sedikit rumput laut ajaib “kata Aoria.

“Yang lainnya segera istirahat di tempat masing-masing.Ingat..untuk sementara harus tetap siaga dan waspada karena takut para piranha kembali menyerang kita.Saya,Flouria dan Sabrina akan tetap menemani Hanon sambil berusaha mengobatinya “kata Cheriel.

“Saya akan tetap berada disamping kakak saya,Hanon “kata Noel
“Tidak Noel…kamu harus istirahat.Besok pagi kamu sendiri yang harus meminta rumput laut ajaib kepada Ratu Remis itu”kata Aoria
“Mengapa harus saya lagi yang mengambilnya?Saya akan tetap menemani kakak saya Hanon disini.Biar yang lain yang mengambil rumput laut ajaib itu “tolak Noel keras.


“Karena kamu sendiri yang harus membawa darah kakak kembaranmu untuk membuka dan membangunkan ratu Remis itu.Darahmu dan darah kakakmu harus bersatu dan dimasukan dalam tabung kecil itu “jelas Sabrina sabar.
“Baiklah kalau begitu.Saya akan istirahat dulu dan tolong jaga kakak saya Hanon “kata Noel seraya mencium kening Hanon yang tertidur pulas.
Aoria,Sabrina,Cheriel dan Belie menatap kepergian Noel ke kamarnya.Mereka saling berpandanga-pandangan satu sama lain.
“Kita wajib menolong Hanon secepatnya agar jiwanya tertolong dan tidak membuat Noel makin bersedih karena kakaknya “kata Belie
“Ya..mereka sudah berjasa besar  dalam menyerang musuh kita piranha.Hanon rela berkorban demi kita.Kini kita wajib membalas jasa mereka “kata Sabrina
“Besok saya dan Belie akan menemani Noel menemui ratu Remis untuk meminta rumput laut ajaib.Sabrina dan Cheriel dan yang lainnya menemani Hanon disini. Mudah-mudahan semua rencana kita berjalan dengan  lancar “kata Aoria.
“untuk saat ini kita istirahat bersama disamping Hanon “kata Cheriel yang disetujui teman-temannya.Mereka segera merebahkan diri tak jauh dari Hanon yang sudah tertidur pulas setelah memakan ramuan obat penahan rasa sakit.


Waktu terasa cepat berlalu.Malampun berganti menjadi pagi.Noel dan Luchia bersiap-siap menjalankan misinya untuk menemui Ratu Remis.Setelah sarapan pagi mereka menemui Hanon yang masih terbaring tidak berdaya di kamarnya.
“Saya sudah mengambil sedikit darah dari jari manis Hanon.Sekarang giliranmu Noel untuk meneteskan sedikit darah dari jari manismu dan mencampurkannya dengan darah kakakmu di tabung kecil ini.Campuran darah ini yang nantinya kamu bawa untuk bisa membangunkan Ratu Remis dari tempat tidurnya“kata Sabrina panjang lebar.


Noel segera meneteskan sedikit darah segar dari jari manis tangannya dan mencampurnya dengan darah dari jari manis Hanon.Campuran darah itu ditaruh di tabung gelas kecil dan di tutup rapat.Setelah semua persiapan dilakukan oleh Noel dan beberapa putri duyung berangkat ke tempat istana Remis.

Perjalanan dari istana putri duyung ke istana Remis ternyata cukup jauh juga.Mereka harus melewati terumbu karang serta beberapa gua di  dasar lautan.Banyak juga coral-coral yang berbahaya.Akhirnya mereka sampai juga ke istana Remis.
Noel dan kawan-kawannya melihat sebuah Remis raksasa dengan hiasan yang sangat indah.Tubuh kulitnya bagaikan terlapisi untaian mutiara.Sesuai dengan saran dari Aoria maka Noel segera meneteskan beberapa tetes darah dari tabung botol yang dibawanya ke sisi-sisi kulit Remis raksasa tersebut.

Dan tiba-tiba kulit Remis raksasa itu terbuka lebar dan nampaklah seorang ratu Remis yang cantik jelita.Noel dan kawan-kawannya mengutarakan maksud kedatangannya untuk meminta rumput laut ajaib yang hanya dimiliki oleh ratu Remis.
“Akan kuberikan rumput laut ajaib untukmu tetapi dengan satu syarat “kata ratu Remis
“Apa syaratnya paduka Ratu?”tanya Noel.”Kami akan berusaha memenuhinya “
“Kalian harus membawa Cristal Ajaib untuk di tukar dengan Rumput Laut Ajaib!”jawab ratu Remis lagi.
“Hah…Cristal Ajaib?Bagaimana kami bisa memberikannya untuk paduka Ratu?”tanya Aoria
“Saya akan berikan sebuah peta dimana kalian bisa menemukan Cristal Ajaib itu “kata ratu Remis sambil memberikan sebuah peta kepada Aoria.Aoria dan teman-temannya segera mempelajari peta tersebut.
“Baiklah..kami akan berusaha menemukan Cristal Ajaib untukmu.Dan kami harap Paduka Ratu bisa memenuhi janjinya memberikan Rumput Laut Ajaib untuk kesembuhan sahabat kami Hanon “kata Aoria.
“Jangan khawatir…saya pasti akan memenuhi janji saya.Janji itu hutang jadi wajib hukumnya untuk ditepati.”jawab Ratu Remis lagi.


“Baiklah..kami semua pamit dan akan kembali dengan membawa Cristal Ajaib untuk Paduka Ratu.kami akan usahakan nanti sore sudah bisa mendapatkannya.”kata Belie
Aoria dan kawan-kawannya segera undur diri dari istana Remis.Mereka bermaksud pulang dulu ke istananya namun dicegah oleh Belie dengan alasan hanya membuang waktu saja karena perjalanan yang sangat jauh.

“Menurut peta ini Christal Ajaib terletak di tempat persembunyian Black Head.Dan kita semua tahu bahwa Black Head adalah musuh terbesar bagi kita.Kita tidak mau mati konyol untuk itu harus ada persiapan dan strategi yang matang untuk menghadapinya.”kata Aoria.
“Berarti kita harus menemukan jurus yang jitu untuk mengalahkannya “kata Luchia
“Benar..tetapi kita belum tahu jurus apa yang harus kita miliki menghadapi Black Head.Jadi kita harus pulang dulu ke istana kita dan berunding dengan sahabat kita yang lainnya”kata Aoria lagi.
“Tetapi kalau kita pulang dulu berarti kita hanya membuang waktu dalam perjalanan saja sementara Hanon harus segera di tolong oleh kita”kata Belie.
“Tetapi kita tak mungkin menghadapi Black Head tanpa persiapan”kata Aoria
“Bagaimana kalau kita cari tahu dari buku Legenda Mermaid Melody?”usul Luchia
“Usul yang bagus !”kata Belie.”Apakah kamu membawanya,Luchia?
“Ya..aku membawanya dalam tas punggungku !”jawab Luchia sambil mengeluarkan buku Legenda Mermaid Melody.


Mereka segera membuka buku Legenda Mermaid Melody dan menemukan halaman 99 tentang cara menghadapi Black Head.Menurut buku Legenda itu kelemahan Blach Head berada pada matanya yang tidak tahan dengan pantulan cahaya dari tongkat ajaib.Ekor Black Head sangat berbahaya dan hanya bisa di lumpuhkan dengan ramuan Plankton Ajaib.
“Kita terpaksa harus pulang dulu ke istana kita untuk mengambil ramuan Plankton Ajaib karena saat ini kita tak memilikinya “kata Aoria yang disetujui oleh semua kawan-kawannya.
Mereka akhirnya pulang dulu ke istana mereka untuk mengambil Ramuan Plankton Ajaib dan setelah itu mereka kembali melakukan perjalanan ke tempat persembunyian Black Head.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai juga ke tempat persembunyian Black Head.Terlihat Black Head sedang tertidur pulas di tempatnya.
Noel dan Luchia segera menaburkan ramuan Plankton Ajaib ke atas ekor Black Head.Lalu mereka segera bergabung dengan Aoria,Belie dan 3 temannya.Bertujuh mereka segera menyatukan tongkat ajaib mereka dan mengarahkan kepada mata Black Head.

Black Head tiba-tiba terbangun.Dia merasakan matanya sangat sakit terkena pantulan sinar cahaya tongkat ajaib.Ekornya juga merasakan sakit dan perih yang tiada tertahan.Black Head mengamuk.Dia mengibas-ibaskan tubuhnya ke segala penjuru akibatnya banyak reruntuhan disekitar tempatnya.Black Head mencoba menyerang musuhnya namun pandangan matanya sudah tidak berpungsi lagi.Dia juga merasakan racun dari ramuan Plankton Ajaib mulai merasuki tubuhnya.Selang beberapa saat tubuh Black Head ambruk tak berdaya.

Aoria dan temannya segera sibuk mencari keberadaan Cristal Ajaib di tempat Black Head.Semua lorong dan tempat dicoba ditelusuri untuk mencari Cristal Ajaib itu namun tidak juga menemukannya.Mereka mulai kelelahan dan berputus asa.
“Kita belum menemukan Cristal Ajaib sementara waktu yang kita miliki makin sedikit.Aku tidak tahu dimana Cristal itu berada”kata Aoria


“kita tidak boleh putus asa.Kita harus cepat mencarinya lagi “kata Luchia
“Tapi semua tempat ini sudah kita telusuri dan Cristal itu tidak ada !”jawab Belie
“Coba kita buka lagi peta itu mungkin ada petunjuk dimana menemukan Cristal Ajaib itu “usul Noel kepada temannya dan disetujui oleh mereka.
Mereka dengan teliti memeriksa lagi peta dari Ratu Remis itu.
“Lihat petunjuk peta ini.Disini disebutkan bahwa Cristal Ajaib terletak di mulut Black Head!”kata Belie dan membuat semua temannya kaget.
“Apa?Di mulutnya?”tanya Aoria kaget
“Bagaimana kita mengambilnya?Apakah kita harus memaksa membuka mulutnya?tanya Noel


“Benar..kita harus memaksa membuka mulutnya karena Cristal Ajaib itu terletak di bawah lidahnya Black Head “jelas Belie
“Bagaimana kalau Black Head masih hidup lalu memangsa kita?”tanya Luchia takut
“Jangan khawatir..Black Head sudah mati akibat ramuan Plankton Ajaib dan matanyapun sudah buta.Kita bisa membuka mulutnya dengan mudah “kata Belie
Aoria dan temannya segera membuka mulut Black Head lalu mengambil Cristal Ajaib dari bawah lidah Black Head.Setelah itu mereka bergegas pergi menemui Ratu Remis di istananya untuk menukar Cristal Ajaib dengan Rumput Laut Ajaib.

Setelah mendapatkan Rumput Ajaib dari Ratu Remis,Aoria dan teman-temannya segera bergegas menemui Hanon dan menaburkan rumput Ajaib itu ke luka di tubuh Hanon.
Aneh bin ajaib seketika luka Hanon sembuh total dan hanya meninggalkan bekas luka saja.
Noel sangat gembira menyaksikan saudara kembarnya bisa sembuh total.Begitu juga Aoria dengan yang lainnya.Mereka akhirnya mengadakan pesta sebagai rasa syukur atas kesembuhan dan keberhasilan mereka menumpas musuh-musuh mereka.
“Maafkan kami..bolehkah kami pulang ke negeri asal kami?”tanya Hanon tiba-tiba
“maksudmu apa?”tanya Aoria tak mengerti


“Kami rindu dengan orang tua kami.Kami takut mereka mencari kami karena sudah sangat lama kami pergi tanpa pamit kepada mereka “jawab Hanon sedih
“Apakah kalian kurang bahagia tinggal disini?”tanya Belie
“Bukan begitu.Kami senang tinggal disini tetapi kami akan lebih senang lagi kalau bisa berkumpul dengan orang tua kami disana dan kembali bersekolah.”kata Luchia
“Tolong izinkan kami untuk kembali ke alam kami dan berkumpul dengan orang tua kami “pinta Noel .”Kami pikir ini bukan tempat yang tepat buat kami “kata Noel lagi.
Aoria dan teman-temannya segera berunding.Keputusan yang sangat sulit melepaskan Noel,Hanon dan Luchia karena Aoia dan teman-temannya sudah sangat menyayangi Noel,Hanon dan Luchia.

“Baiklah..kami akan mengantar kalian ke tempat asal kalian.Jangan khawatir kalian tidak akan berwujud seperti duyung lagi begitu kalian keluar dari kerajaan laut ini.Mari kutunjukan jalan keluarnya untuk kalian “kata Aoria
Aoria dan temannya segera menyatukan tongkat ajaib mereka dan mengarahkannya ke atas permukaan air.Seketika muncullah pusaran air yang sangat besar dan menyeret Noel,Hanon dan Luchia.Selang beberapa saat  Noel,Hanon,dan Luchia sudah berada di tepi danau dengan dikelilingi oleh keluarga masing-masing.

“Hoam..dimana kita ini?”tanya Noel alias Lili
“Kamu sudah sadar,Nak?”tanya ibunya.”Kalian pingsan dari tadi mungkin karena kecapaian berenang di danau.”
“Apa?Pingsan?”tanya Hanon alias Lulu tak mengerti.
“Benar..kalian pingsan sudah sangat lama.Kami sangat khawatir dengan kalian “kata pak Masdi.
“Aneh..padahal kita kan tadi berpetualang di bawah air “kata Luchia alias Latifa heran
“Sudahlah..kalian mungkin belum sadar penuh.Ayo kita segera pulang ke rumah sebelum hujan besar turun.Sangat berbahaya jika sampai ada badai disini.”kata pak Rudi ayah Lulu dan Lili.


Lulu,Lili dan Latifa saling berpandangan satu sama lain.Lulu melihat kakinya yang ternyata ada bekas luka yang baru sembuh.Dia segera meraba kalung Hanon yang melingkar di lehernya.Begitu juga Lili yang masih mengenakan kalung Noel dilehernya dan Latifa yang masih mengenakan kalung Luchia dilehernya.Mereka memeriksa kakinya yang telah kembali dari ekor duyungnya menjadi kaki manusia.Dan mereka bertiga tersenyum penuh arti dan mereka yakin bahwa mereka telah BERPETUALANG DI BAWAH AIR.

                                                  TAMAT
*********************************************************

0 komentar:

Poskan Komentar