Pages

Sabtu, 18 April 2015

ANGEL OF ABU DHABI

Share on :



Suara telp berdering dari Iphoneku.Sebuah suara beraksen English yang belum pernah diriku mendengarnya menyapa telingaku dengan ramah.Dia memperkenalkan diri bernama Anissa Salah dari France.
Dia menawarkan sebuah pekerjaan untukku dan mengajakku bertemu pada hari jum’at untuk interview.
Diriku menyanggupinya bertemu di Mirdif City Center.

Kuhela nafasku.Sudah ada 27 orang yang menawarkan pekerjaan untukku namun belum satupun yang kuanggap serius.Aku harus hati-hati dalam memutuskan menerima pekerjaan baruku karena aku tak mau terjerembab yang lebih buruk.
Dalam agendaku hari jum’at ini ada interview dengan Dr.Theodore dan Dr.Lia yang berasal dari Greek.

Ingatanku menerawang ke sosok penelephone yang mengaku bernama Annisa Salah.Akh..mungkin dia asli Pakistan yang berwarga negara france.Nama yang Islami ditambah aksen inggris yang agak aneh membuatku ragu untuk menerima tawaran kerjanya.Namun anehnya kenapa sampai aku berani menyanggupi bertemu dengannya padahal aku sudah berhasil menghindar interview dengan 27 job offer kecuali dari Dr.Theo family?


Tanggal 6 March 2015 adalah hari pertemuan yang tak mungkin kulupakan.Setelah interview dengan Dr.Theodore selesai diriku terpaksa harus menunggu kedatangan Mrs.Anissa Salah yang ternyata datang sangat terlambat.
Diriku tampil apa adanya.Kesanku terhadap Mrs.Anissa Salah adalah wanita yang kuat pendirian,smart,cantik layaknya wanita Arab,namun hangat tatkala berbicara.
Namun entahlah diriku lebih tertarik menerima pekerjaan dari Dr.Theodore yang lebih menjanjikan masa depanku.

Pepatah mengatakan jalinan komunikasi bisa menghantarkan kedekatan kita kepada seseorang.Dan itupun terjadi antara diriku dengan Mrs.Anissa Salah.Via whatsapp kami banyak berkomunikasi.Tadinya hanya menyapa sekedar basa basi namun respond dia membuatku tak terduga.Dia pribadi yang sungguh hangat dan mudah empati kepada orang lain.Diriku mulai penasaran dengannya.

Seminggu kemudian tepatnya tanggal 13 march 2015 diriku mampir ke rumahnya di Abu Dhabi.Diriku benar2 terkesan dengan kehangatan pribadinya.Dia bercerita banyak tentang orang-orang yang pernah bekerja kepadanya dan menyerahkan semuanya kepada keputusanku.Dia menginginkan diriku mau menerima tawaran kerjanya.Jujur diriku mulai goyah pendirianku.Impianku untuk bisa bekerja kepada Dr.Theodore perlahan namun pasti mulai mengikis untuk berpaling kepada Mrs.Anissa.

Sejak 21 Februari 2015 sampai dengan 22 March adalah masa-masa yang mengguncang psikologiku.
Aku mengalami penyiksaan batin lahir dari tempat kerjaku terutama terror psikis yang dilakukan Mr.Waled Al Saady asal Egypt.
Aku mencoba bertahan dalam kesabaran dan ketabahan karena menginginkan keluar dari pekerjaan dengan cara terbaik.Diriku tahu kalau mantan bossku berusaha sebisa mungkin mempertahankan diriku agar tak pindah dari pekerjaan ke tempat lain.

Berbagai ancaman terus mengalir untukku.Bahkan mr.Waled juga sering berbuat tak baik kepada siapapun yang memintaku pindah kerja.
Support yang tiada terduga datang dari Mrs.Anissa Salah.Dialah satu-satunya wanita yang berani berbicara kebenaran hukum yang berlaku di UAE hingga mr Waled tak berkutik dalam arogansinya.
Dia melindungiku dengan berbagai cara.Bahkan sampai mobilnya mengalami benturan gara-gara dia hilang konsentrasi mengemudi karena pikirannya terpenuhi dengan kasusku.
Mrs.Anissa menghubungi immigrasi dan orang-orang yang berpengaruh semata ingin melepaskan diriku dari kekejaman mantan bossku.Di satu sisi aku tetap mencoba dalam kesabaranku menunggu tanggal 21 maret dimana hari terakhir bekerjaku.
Iseng-iseng aku mulai mencari tahu sosok Mrs.Anissa Salah.Berdasarkan biodata dari FB nya,jantungku terasa berhenti sejenak tatkala kubaca profilenya lebih lengkap di google..
Ya Allah..ternyata dia bukan orang sembarangan.Seorang wanita karier yang sangat diperhitungkan dalam firm law international.

Entah apa yang terjadi denganku.Aku merasakan daya tarik luar biasa dari Mrs.Anissa Salah.Aku memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan darinya.
Tanggal 22 Maret 2015 akhirnya Mr.Waled mengcancel visa kerjaku di Dubai.Dan sore harinya aku langsung berangkat ke Abu Dhabi menemui Mrs.Annisa Salah.
Dan tanggal 23 Maret 2015 aku mendapatkan entry visa Abu Dhabi dari Mrs.Anissa Salah.Kaget juga mendapatkannya karena begitu cepat prosesnya.Selidik punya selidik ternyata dia punya pengaruh diimigrasi sehingga prosesnya sangat cepat.

Sejak tanggal 23 Maret aku secara hukum resmi menjadi pegawai Mrs.Anissa Salah.Sedikit demi sedikit mulai terkuak kepribadian dia yang sesungguhnya.Dia seorang wanita yang sangat perfectional dalam segala sesuatunya.Seorang wanita yang sangat tangguh dan kuat dalam pendiriannya.Seorang wanita yang tak mudah untuk menerima kekalahan dan bisa keras tatkala menerima serangan.

Tetapi satu hal yang membuatku benci kepadanya adalah kebiasaan dia yang suka merokok di ruangan yang ternyata tak terbuka jendelanya sehingga bau asap rokok dengan mudah menyapa ruanganku dan membuatku mudah flue dan batuk.
Dan satu hal yang membuatku kagum adalah kepandaian dia dalam berbusana sehingga menambah kecantikannya disamping hatinya yang ramah.Terlepas dari keburukan dan kebaikannya..bagiku She is Angel of Abu Dhabi..Annisa Salah…

*********************
Al Reem Island,18 of April 2015
Andrealica Nhordeeniz


0 komentar:

Poskan Komentar