Pages

Sabtu, 06 Agustus 2011

SST..INGAT BOHONG..JADI INGAT PINOKIO..

Share on :



(cerita sambil berdakwah)


“Ikh..kamu itu gimana sich tak mau percaya aku.Sumpah demi Bulan yang bersinar…aku nggak bohong!” ujar Rudi dengan nada marah.

“hati-hati lho kalau bersumpah.Apalagi bersumpah dengan tidak memakai nama Allah.Sangat berat hukumnya.!”jawabku sambil tersenyum

“Waduh..kalau sumpah atas nama Allah itu justru sangat berat buatku,mendingan pakai nama lain saja.”ujar Rudi  lagi

“justru bersumpah dengan tidak memakai nama Allah malah hukumnya lebih berat.Bisa-bisa malah dianggap orang kafir!”

“Lho koq??”Tanya Rudi heran

“Karena bersumpah itu  kan menunut diagungkannya apa yang disumpahkan tsb dan hanya Allah saja yang berhak di agungkan.
Dalilnya:
“Janganlah kalian bersumpah kecuali dengan nama Allah dan janganlah kalian bersumpah kecuali kalian orang-orang yang benar”
(HR.Abu Dawud,An-Nasa’I,Ibnu Majah dan Baihaqi)

Nach ada lagi nich hadist lainnya:
Barang siapa bersumpah dengan selain Allah maka dia telah kapir”
(HR.Abu dawud,At-Tirmidzi dan al Hakim)


“Waduh..baru tahu aku hukum bersumpah.Ternyata selama ini aku telah salah ya.Tapi aku kan bersumpah biar kamu yakin kalau aku itu nggak bohong.Sungguh kemarin aku sudah mengembalikan pinjaman buku kepadanya.Kamu harus percaya aku.Aku itu nggak bohong !”kata Rudi kesal

“Yang nuduh kamu bohong itu siapa? Saya kan cuma bilang kalau Arif tadi telp nanyain bukunya yang dipinjam ama kamu.Besok dia mau ujian jadi butuh buku panduannya.
Masalah bohong tidaknya dirimu …ya cuma Allah swt yang tahu dan nuranimu sdr yang bisa menjawabnya.Benar kan?”


“Tapi aku suka sebel soalnya banyak orang bilang kalau aku ini banyak bohong.Padahal aku sudah berusaha jujur “

“Nach..makanya dalam bersikap kita harus berhati-hati agar orang lain tidak mudah mengatakan BOHONG.Mau tahu nggak apa itu BOHONG menurut Islam?”

 “Emang BOHONG menurut Islam gimana?Perasaanku yang namanya bohong ya bohong dan itu memang nggak baik.”
“Nach kita bahas yuk bohong menurut Islam.Gini lho uraiannya…


****************

Bismillahir rahmanir Rahiim
Kebohongan dan kepalsuan telah menjalar dan menjadi borok di segala lapisan masyarakat.
Allah Ta’ala telah menjadikan umat Islam bersih dalam
kepercayaan,segala perbuatan dan perkataannya. Kejujuran adalah barometer kebahagiaan suatu bangsa. Tiada kunci kebahagiaan dan ketentraman haqiqi melainkan bersikap jujur, baik jujur secara vertikal maupun horizontal.

Kejujuran merupakan nikmat Allah Ta’ala yang teragung setelah nikmat Islam, sekaligus penopang utama bagi berlangsungnya kehidupan dan kejayaan Islam.
Sedangkan sifat bohong merupakan ujian terbesar jika menimpa seseorang, karena kebohongan merupakan penyakit yangmenggerogoti dan menghancurkan kejayaan Islam.

Dusta merupakan dosa dan aib besar, Allah Ta’ala berfirman:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
 [Al-Isra': 36]

Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda:
Sesungguhnya jujur itu menunjukkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menuntun menuju Surga. Sungguh seseorang yang membiasakan jujur niscaya dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada kemungkaran, sedangkan kemungkaran menjerumuskan ke Neraka. Sungguh orang yang selalu berdusta akan dicatat sebagai pendusta .
[HR. Al-Bukhari dan Muslim ]

Bohong adalah perbuatan haram, karena membahayakan orang lain, tetapi dalam kondisi tertentu berubah hukumnya menjadi mubah bahkan wajib.
Para ulama menetapkan pembagian hukum dusta sesuai dengan 5 kategori hukum syar’i, meskipun pada dasarnya hukum bohong adalah haram. 


Adapun pembagiannya adalah sbb:
1.   1. Haram, yaitu kebohongan yang tak berguna menurut kacamata syar’i.

2.   2. Makruh, yakni dusta yang dipergunakan untuk memperbaiki kemelut rumah tangga dan yang sejenisnya.

3.    3.Sunnah, yaitu seperti kebohongan yang ditempuh untuk menakut-nakuti musuh Islam dalam suatu peperangan, seperti pemberitaan [yang berlebihan] tentang jumlah tentara dan perlengkapan kaum muslimin [agar pasukan musuh gentar].

4.    4.Wajib, yaitu seperti dusta yang dilakukan untuk menyelamatkanjiwa seorang muslim atau hartanya dari kematian dan kebinasaan.

5.   5. Mubah, misalnya yang dipergunakan untuk mendamaikan persengketaan di tengah masyarakat.Tetapi sebagian ulama berpendapat, semua bentuk dusta adalah buruk dan harus dijauhi, sebab tidak sedikit ayat-ayat Al Qur’an yang mencelanya.

Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Dusta

1.    A.Tipisnya rasa takut kepada Allah Ta’ala.


2.  B.  Usaha memutarbalikkan fakta dengan berbagai motifnya; baik untuk melariskan barang dagangan, melipatganda-kan keuntungan atau yang lain.


3.   C. Mencari perhatian, seperti ikut dalam seminar dan diskusi dengan membawakan trik-trik dan kisah-kisah bohong menarik supaya para peserta terpesona.


4.   D. Tiadanya rasa tanggung jawab dan berusaha lari dari kenyataan hidup.


5.   E. Kebiasaan berdusta sejak kecil, baik karena pengaruh kebiasaan orang tua atau lingkungan tempat tinggalnya.


6.   F. Merasa bangga dengan kebohongannya, karena ia menganggap kebohongan itu suatu kecerdikan, kecepatan daya nalar dan perbuatan baik.

Dusta dalam Kenyataan Sehari-hari yang Harus Dihindari

1.    1.Ungkapan spt gini nich  “Telah saya katakan kepadamu seribu kali,masa belum paham juga.”
 Ungkapan di atas tidak menunjukkan jumlahbilangannya, tetapi untuk menguatkan maksud. Jika ia hanya mengatakannya sekali, maka ia telah berdusta. Tetapi jika iamengatakannya berkali-kali walaupun belum sampai hitungan seribukali, maka ia tidak berdosa.


2.   2. Contoh lain, seseorang berkata kepada temannya: Silakan dimakan, lalu dijawab: Terimakasih, saya sudah kenyang atau saya tidak bernafsu.
Hal-hal semacam itu dilarang [haram] jika tidak mengandung tujuanyang benar.
Ahli wira’i [orang-orang yang senantiasa memelihara dirinya dari unsur haram] sangat membenci basa-basi semacam ini.


3.   3.  Berdusta dalam memberitakan mimpi, padahal dosanya besar sekali. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya di antara kebohongan terbesar adalah seseorang yangmengaku [bernasab] kepada selain bapaknya, atau bercerita tentangmimpi yang tak pernah ia lihat, serta meriwayatkan atas RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam sesuatu yang tidak pernah beliau katakan. [HR. Al Bukhari]


4.   4. Mengelabuhi anak kecil dengan memanggilnya untuk diberi sesuatu,padahal ia tidak memiliki apa-apa. Misalnya, seseorang berkata: Nak kemari, bantu bapak ya, nanti bapak kasih duit, tetapi kemudian ia tidak memberinya apa-apa.


5.   5.  Menceritakan segala hal yang ia dengar.Cukuplah seseorang disebut pendusta, jika ia menceritakan segala hal yang ia dengar. [HR. Muslim]


6.   6. Padahal sangat mungkin terjadi kekeliruan dalam pemberitaannya,karena ia tidak mengecek terlebih dahulu, tapi biasanya ia berdalih: Ini berdasarkan yang saya dengar.


7.   7. Bagaimana jika berita itu tentang tuduhan zina Apa ia tetapmenyebarluaskannya tanpa bukti yang nyata Adakah di antara kita rela didakwa zina semacam ini


8.    8.Berkata atau bercerita bohong yang lucu, agar massa pendengarnya tertawa. Neraka Wail [kehancuran] bagi orang yang berbicara kemudian berdusta supaya pendengarnya tertawa.
Neraka Wail baginya, sungguh Neraka Wail sangat pantas baginya. [HR. Bazzar]
 
Gimana caranya menghindari dari sifat bohong?. 

Setiap muslim wajib memperbaharui taubat dirinya dari segala dosa dan kesalahan. Demikian pula ia wajib mencari dan memelihara berbagai macam sebab yang bisa membantunya dalam meninggalkan dan menjauhi sifat yang tidak terpuji ini.
caranya?Nich ada beberapa contoh

1.    A.Pengetahuan sang pelaku tentang keharaman dusta, siksanya yang berat dan selalu mengingat dalam setiap hendak berbicara.


2.   B. Membiasakan diri dalam memikul tanggung jawab dalam segala halyang benar dan berbicara jujur, apapun resikonya.


3.   C.Memelihara kata-katanya dan senantiasa mengoreksinya.


4.    D.Mengubah tempat-tempat membual menjadi tempat-tempat ibadah,dzikir dan mempelajari ilmu.


5.    E.Hendaknya para pembual tahu, mereka telah menyandang salah satusifat orang-orang munafik karena dustanya.


6.   F. Hendaknya mereka juga memahami, dusta merupakan jalan menujukemungkaran yang nantinya bermuara di Neraka, sedangkan jujurmenuntun pelakunya ke Surga.


7.   G.Hendaknya ia mendidik anak-anaknya secara Islami dan benar,mambiasakan mereka selalu jujur di setiap ucapan dan tindakannyaserta senantiasa jujur di hadapan mereka.


8.   H. Hendaknya ia mengerti, kepercayaan relasinya akan berkurangkarena kebohongan-kebohongannya, bahkan bisa luntur sama sekali.


9.  I. Hendaknya ia memahami, kebohongannya itu sangat membahayakan orang lain.

Akhirnya hanya kepada Allah Ta’ala kita memohon agar kita dijauhkandari sifat tercela ini, sehingga kita termasuk golongan hamba-hambaNya yang selalu bersikap jujur dalam segala situasi dan kondisi. Amien

**************

“Subhanallah ternyata sangat luas juga ya pengertian dari BOHONG menurut Islam itu.Baru tahu aku  ini.!”ujar Rudi.”Apalagi sekarang bulan puasa ya..kalau kita bohong berarti dosanya berlipat-lipat ya?”

“Benar Rudi..bulan yang suci ini harus di usahakan bersih lahir batin. Seorang yang berpuasa tetapi berbohong, maka ibadahnya tidak sempurna. Dalam Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah,
Rasulullah SAW bersabda:

”Barangsiapa (yang berpuasa) tidak meninggalkan ucapan dusta dan amal jahat, maka Allah tidak butuh
kepadanya, (walaupun) dia meninggalkan makan dan minum”.
(HR. Bukhari).

Jangankan berbohong, berkata-kata kasar dan kotor saja Allah melarangnya.”

“Waduh..jadi rugi juga ya kalau gitu…!”

“Iya Rud..nich ada hadist lain lagi yang berbunyi;
Allah berfirman di dalam sebuah Hadits Qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Hurairah: 

”Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai. Jika seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata-kata kotor dan jangan
pula membentak-bentak.”
 

Kedua, ”puasa berbohong” berarti menahan diri dan berhenti berbohong. Sesuai pengertian etimologi, ”shiyam” berarti menahan dari dan mencukupkan diri atas sesuatu yang membatalkan atau merusak. Seorang yang berpuasa hendaknya berjuang bagaimana agar senantiasa jujur dan amanah..”kataku panjang lebar

“InsyaAllah mulai hari ini ke depannya aku akan berusaha menjadi muslim yang baik dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah swt termasuk menjauhkan sifat bohongku yang selama ini sering kulakukan.Maafkan aku ya..tadi aku bohong mengatakan buku Arif sudah kukembalikan padahal masih ada di tasku.InsyaAllah nanti sore kukembalikan kepadanya .Ingat BOHONG..jadi ingat PINOKIO hehehe”kata Rudi dengan tersipu malu.

Aku hanya tersenyum.Butuh waktu dan kelembutan untuk menyadarkan seseorang dari sikap yang tak terpuji itu.bagaimanapun seorang muslim dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara.


***************

Hongkong,August 7 th 2011
Andrealica Nhordeeniz

0 komentar:

Poskan Komentar