Pages

Jumat, 05 Agustus 2011

SEHEBAT APAKAH KURMA MENURUT AL QUR’AN DAN MEDICAL?

Share on :

(Edisi Ramdhan PART 1 )


Assalamualaykum warahmatullohi wabarakatuhu

Dalam edisi Ramdhan ini kita bahas yuk hal2 yang berhubungan antara segi medis dan agama.Kita semua kan udah pada tahu kalau  Kurma sebagai makanan teristimewa dalam bulan Ramdhan ini.
Hayo..siapa yang tak kenal KURMA?
hm..pasti banyak yang pernah dengar nama itu tapi ya nggak semua orang bisa menikmatinya,iya kan?

Hm..makanan teristimewa yang khusus banyak terdapat dalam bulan Rhamadan ini.Iyakan?
Yuk..kita tinjau kehebatan KURMA dari segi Agama dan medis ya?
(ingat..bacanya nyantai saja jangan terlalu serius kayak para dokter yang sering berkerut kening hehhehe.Saran dan kritik boleh dilampirkan ke saya ya hehehhe)

Nach berhubung bahasannya akan panjang banget..maka saya bagi dua bagian yaitu KURMA DARI SEGI AGAMA(MENURUT AL QUR’AN DAN AL HADIST) dan bagian ke dua (KURMA DITINJAU DARI SEGI MEDIS MODERN)
KITA MULAI DULU YA MENIJAU KURMA DARI SEGI AGAMA

A. MENINJAU KURMA DARI AL QUR’AN

Tahu nggak.dalam al qur’an ternyata KURMA banyak di singgung juga.Mau tahu lebih jelas nggak ya?
Yuk kita bahas satu persatu ya….

Allah Swt telah melebihkan kurma dari buah-buahan yang lain. Allah me-nyebutkannya di dalam Al-Qur-an pada 20 tem-pat yang berbeda dengan memakai lafazh pohon kurma; an-Nakhl, an-Nakhiil dan an-Nakhlah. Kurma mendapat tempat istimewa di dalam Al-Qur-an dan sebenar-benar perkataan adalah Kalamullaah (Al-Qur-an al-Karim).
Allah Subhanahu wa Ta'ala



Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan bahwasanya pohon kurma ada di bumi, kemudian Allah mengutamakannya dengan menyebutkan ciri-ciri pohon dan buah ini.

1. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ اْلأَكْمَامِ
"Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang."
(QS. Ar-Rahman: 11)
 

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullaah berkata, "Allah menyebutkan buah kurma ini secara khu-sus karena kemuliaan dan manfaat yang dikandungnya, baik ketika masih basah maupun ketika telah kering" (lihat Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq oleh Hani al-Haj VII/375, cet. Al-Maktabah at-Taufiqiyah, Mesir) 

2.Firman_Nya
وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ
"Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun."
(QS. Qaaf: 10)


3. Firman_Nya
وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ
"Dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut."
(QS. Asyu'ara: 148)


4. Firman_Nya
وَفِي اْلأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي اْلأُكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Ra'du: 4)

Buah kurma mengandung banyak manfaat, di antaranya sangat dianjurkan bagi perempuan yang hamil dan yang akan segera melahirkan. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Maryam binti 'Imran untuk memakan buah kurma ini ketika beliau sedang nifas.

5. Firman_Nya
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا (25) فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا (26)
"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. jika kamu melihat seorang manusia, Maka katakanlah, 'Sesungguhnya Aku telah bernazar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.'" (QS. Maryam: 25-26)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullaah membawakan perkataan 'Amr bin Maimun di dalam Tafsirnya: "Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah." (Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq oleh Hani al-Haj V/168, cet. Al-Maktabah at-Taufiqiyah, Mesir.)

Dokter Muhammad an-Nasimi dalam kitab-nya, ath-Thibb an-Nabawy wal 'Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, "Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan jabang bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh." (Dinukil oleh Syaikh Salim bin 'Ied al-Hilaly dalam Shahih at-Thibb an-Nabawy Fi Dha-il Ma'arif ath-Thabiyyah wal 'Ilmiyyah al-Haditsah, hal. 399, cet. Maktabah al-Furqaan, th. 1424 H.)

6. Firman_Nya
فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23)
"Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: 'Aduhai, alangkah baiknya Aku mati sebelum ini, dan Aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.'" (QS. Maryam: 23)

7. Firman_Nya
أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ (266)
"Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, Kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya." (QS. Al-Baqarah: 266)

8.Firman_Nya:
وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انْظُرُوا إِلَى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ َلآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (99)
"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."
(QS. Al-An'aam: 99)


Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan lafazh ayat:
وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ
"…Dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai…" Kata قِنْوَانٌ adalah jamak dari kata قِنْوٌ yang berarti tandan kurma, sedangkan kata دَانِيَةٌ  yaitu yang menjulai maksudnya adalah mudah dijangkau oleh orang yang memetiknya. Dalam ayat tersebut Allah memuji kedua jenis buah yaitu kurma dan anggur yang merupakan buah yang paling berharga bagi penduduk Hijaz, bahkan mungkin merupakan dua jenis buah terbaik di dunia." (Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq oleh Hani al-Haj III/221, cet. Al-Maktabah at-Taufiqiyah, Mesir).

9. Firman_Nya
وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَ لاَ تُسْرِفُوا إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (141)
"Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya) makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-An'aam: 141)

Al-Hafizh Ibnu Katsir menukilkan perkataan Muhammad bin Ka'ab dalam kitab Tafsirnya tentang lafazh ayat :
كُلُوا أَثْمَرَ مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا
'…Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah…' Maksudnya adalah buah kurma dan anggur. (Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq oleh Hani al-Haj III/251, cet. Al-Maktabah at-Taufiqiyah, Mesir.)

10. Firman_Nya
يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ َلآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (11)
"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. An-Nahl: 11)

Al-Hafizh Ibnu Katsir menjelaskan lafazh ayat: :
يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ
"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan…" Maksudnya adalah Allah mengeluarkan dari bumi, dengan air yang satu macam ini (hujan), keluarlah buah-buahan itu dengan segala pebedaan, macamnya, rasanya, warnanya, baunya dan bentuknya. Dan untuk itu Allah berfirman:
إِنَّ فِي ذَلِكَ َلآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"… Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." Maksudnya adalah sebagi dalil dan bukti bahwasannya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah. (Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq oleh Hani al-Haj IV/391-392, cet. Al-Maktabah at-Taufiqiyah, Mesir.)

11. Firman_Nya
وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا إِنَّ فِي ذَلِكَ َلآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (67)
"Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan." (QS. An-Nahl: 67)"
Lafazh ayat :
وَرِزْقًا حَسَنًا
"…Rezki yang baik…"
Maksudnya adalah yang dihalalkan dari kedua jenis buah tersebut yaitu kurma dan anggur yakni buah yang kering dari keduanya baik dari buah kurma (tamr) maupun anggur kering (kismis) dan segala yang sudah diolah dari kedua buah tersebut baik itu berupa manisan, cuka, maupun minuman perasan, semuanya dihalalkan untuk diminum sebelum disalahgunakan (sebagai minuman keras). (Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq oleh Hani al-Haj IV/406, cet. Al-Maktabah at-Taufiqiyah, Mesir.)

12. Firman_Nya
أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلاَلَهَا تَفْجِيرًا (91)
"Atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya." (QS. Al-Isra': 91)

13. Firman_Nya
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا (32)
"Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu kami buatkan ladang."(QS. Al-Kahfi: 32)

14. Firman_Nya
قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَـَلأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَ َلأُصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَى (71)
"Berkata Fir'aun: 'Apakah kamu Telah beriman kepadanya (Musa) sebelum Aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka Sesungguhnya Aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan Sesungguhnya Aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya.'" (QS. Thahaa: 71)

15. Firman_Nya
فَأَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهِ جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ (19)
"Lalu dengan air itu, kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan." (QS. Al-Mukminuun: 19)
Maksud lafazh ayat:
فَأَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهِ جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ
"Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur." Yaitu, Allah keluarkan bagi kalian melalui apa yang Allah turunkan dari langit, aneka macam kebun dan taman.
Sedangkan maksud lafazh ayat:
مِنْ نَخِيلٍ
"dari kurma dan anggur" yaitu di dalamnya terdapat pohon kurma dan anggur. (Tafsir Ibnu Katsir, tahqiq oleh Hani al-Haj V/345, cet. Al-Maktabah at-Taufiqiyah, Mesir.)

16. Firman_Nya
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ (34)
"Dan kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air." (QS. Yasiin: 34)
Maksud ayat tersebut adalah Allah menjadikan di dalamnya sungai-sungai yang mengalir di tempat-tempat yang mereka butuhkan agar mereka dapat memakan buah-buahnya. Allah telah memberikan nikmat-Nya kepada para makhluk dengan dijadikannya tanaman-tanaman..

Kata-kata kurma dan anggur mempunyai keistimewaan yaitu merupakan makanan yang tidak memerlukan bahan lain untuk mengkonsumsinya. Keduanya dapat dikonsumsi baik dalam keadaan matang di pohon (kurma basah/ruthab dan anggur) maupun dalam keadaan dikeringkan yaitu kurma kering/tamr dan kismis.

17. Firman_Nya
تَنْزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُنْقَعِرٍ (20)
"Yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang." (QS. Al-Qamar: 20)

18. Firman_Nya
فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ (68)
"Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima."
(QS. Ar-Rahmaan: 68)

Al-Hafizh Ibnu Katsir menjelaskan tentang maksud ayat tersebut yaitu penyebutan lafazh kurma dan delima dalam bentuk umum (nakirah) merupakan gambaran tentang keutamaan keduanya dibandingkan dengan buah-buahan selainnya.(Tafsir Ibnu Katsir VII/387, tahqiq oleh Hani al-Haj V/345, cet. Al-Maktabah at-Taufiqiyah, Mesir.)

19. Firman_Nya
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ (7)
"Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; Maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)." (QS. Al-Haaqah: 7)

20. Firman_Nya
وَزَيْتُونًا وَنَخْلاً (29)
"Zaitun dan kurma." (QS. Abasa: 29)

*************
Nach..gitu lho lho pembahasan Kurma yang tercantum dalam al qur’an.
Yuk kita tinjau dari segi Hadist nabi..


KURMA MENURUT HADIST NABI

Hehehe..dalam hadist juga banyak disinggung soal KURMA.
mau tahu hadistnya gimana?Yuk..kita bahsa satu persatu ya?


A.  Di sunahkan bagi orang yang berpuasa untuk berbuka dengan beberapa butir.dalilnya:
dari Sulaiman bin Amir ,Rosulullah bersabda:
Apabila salah seorang diantara kalian berbuka maka hendaklah ia berbuka dengan kurma.jika tidak ada maka hendaklah ia berbuka dengan air.Karena sesungguhnya air itu suci.
(HR.Abu Dawud dan At.Tirmidzi)

B. Rasulullah SAW bersabda, “Rumah yang didalamnya tidak ada kurma, penghuninya adalah orang-orang lapar.” (HR. Bukhari)

C.  Rasulullah SAW bersabda, “Kurma ajwa yang baik berkhasiat sebagai penyembuh.”

D.  Aisyah berkata, “Rasulullah telah menyebut kurma dan susu sebagai makanan terbaik diantara makanan lainnya.”

E.  Muslim berkata, “Abdullah bin Ghifar melihat Rasulullah mengonsumsi mentimun bersama kurma rutab.”

F.  Sa’ad ra mendengar Rasulullah bersabda, “Barang siapa memakan tujuh butir kurma ajwah di pagi hari, maka racun dan sihir tidak akan membahayakannya pada hari itu.” (HR. Bukhari).

G. Anas ra berkata, “Rasulullah SAW berbuka sebelum shalat dengan beberapa butir kurma basah (ruthab). Apabila tidak ada kurma basah di tempat beliau, maka beliau berbuka dengan beberapa butir kurma kering (tamr). Dan apabila tidak ada kurma kering, maka beliau menghirup beberapa teguk air.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

H. Salamah binti Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Berikanlah kurma kepada wanita yang akan melahirkan, agar anaknya menjadi murah hati. Itu adalah makanan Maryam saat akan melahirkan Isa. Sekiranya Allah mengetahui ada yang lebih baik dari itu, tentu Dia akan telah memberikannya kepadanya.
  
I.   Nabi juga mensunnahkan untuk memberi makan bayi yang baru lahir dengan kurma yang dilumatkan dengan mulut kemudian menyapunya ke langit-langit mulut dan bibir bayi:
Dari Asma’ binti Abu Bakr ra – bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, 

“Saya pergi ke madinah ketika hamil 9 bulan. Sesampai di Quba’ saya melahirkan di sana. Saya pun mendatangi Rasulullah SAW, maka beliau SAW menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau SAW meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau SAW memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah SAW, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau SAW pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.”
[HR Bukhari]

J.  Dalam Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy,
“Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah SAW, lalu beliau SAW memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”

Menurut Dr. Muhammad ‘Ali Al-Bari, dalam Majalah Al-I’jaaz Al-Ilmiy No. 04 kandungan zat gula “glukosa” dalam darah bayi yang baru lahir sangat kecil. Semakin kecil bayi/premature, makin kecil pula kandungan zat gula dalam darahnya. Rendahnya kadar gula pada bayi berakibat: Bayi menolak untuk menyusu, Otot-otot melemas, Berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan, Kontraksi atau kejang-kejang. Akhirnya bisa menimbulkan kematian.
Padahal obat untuk itu sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

K. Kurma dalam bentuk jus juga biasa diberikan kepada Nabi:
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.:
Abu Usaid As-Saidi mengundang Rasulullah saw. pada pesta perkawinannya. Pada waktu itu istrinya yang sedang menjadi pengantin juga melayani para tamu. Kata Sahal sesudah itu, tahukah kalian apa yang telah diberikan oleh istriku kepada Rasulullah saw. sebagai minuman? Ia (istriku) telah merendam beberapa buah kurma pada malam hari dalam sebuah mangkuk. Ketika Rasulullah saw. makan, ia berikan rendaman kurma itu sebagai minuman beliau.
(Shahih Muslim No.3746)

L.  Kurma banyak digunakan sebagai perumpamaan di dalam al-Qur-an, diantaranya adalah sebagaimana ayat tersebut. Imam al-Bukhari menafsirkan ayat tersebut dengan mencantumkan satu hadits dalam kitab Shahihnya, yaitu:

Pada suatu hari, Umar bin Khaththab pernah berkata kepada para sahabat Nabi Shallallahu'alaihi wassallam, "Menurut kalian, berkenaan dengan siapa ayat ini turun, "Apakah ada salah seorang di antara kalian yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur mengalir di bawahnya sungai-sungai?' Mereka menjawab, "Allahu a'lam (Allah yang lebih mengetahui." Maka Umar bin Khaththab pun marah seraya berkata, "Jawablah, kami mengetahui atau kami tidak mengetahui." Maka Ibnu Abbas berkata, "Aku mengetahui sedikit mengenainya, Wahai Amirul Mukminin." Lalu Umar berkata,"Wahai keponakanku, katakanlah dan janganlah engkau meremehkan dirimu." Kemudian Ibnu Abbas berkata, "Akan aku berikan perumpamaan dengan sebuah amal." Umar bertanya, "Amal (perbuatan) apa?", Ibnu Abbas menjawab: "Untuk suatu amal." Umar berkata. "Seorang kaya yang beramal dengan ketaatan kepada Allah, kemudian Allah mengirimkan syaitan kepadanya, maka ia pun berbuat banyak maksiat sehingga semua amalnya terhapus." (HR Al-Bukhari no. 4538 dari Ibnu Abbas.)

Hadits tersebut menjelaskan perumpamaan orang yang amal perbuatannya baik pada permulaan hidupnya lalu setelah itu jalan hidupnya berbalik, di mana ia mengganti kebaikan dengan kejahatan (semoga Allah melindungi kita dari hal itu) sehingga amal perbuatan yang pertama dihapuskan oleh perbuatannya yang kedua. Dan pada keadaan yang sulit, ia membutuhkan sesuatu dari amal perbuatannya yang pertama, tetapi tidak diperolehnya sedikitpun. Ia dikhianati oleh sesuatu yang sangat dibutuhkannya. 

 Dalam kitabnya, Zad Al-Ma`ad, Ibnu Qayyim menyebutkan bahwa kurma dapat menguatkan perut yang dingin, menyamankannya dan menyuburkan badan. Ia termasuk buah yang paling mulia dan paling bermanfaat. Ia adalah raja buah-buahan, penguat lever, dan pelembut tabiat. Ia adalah buah yang paling banyak memberikan nutrisi. Memakannya sebelum makan pagi dapat membunuh cacing. Panas yang dikandungnya adalah penawar racun. Oleh karena itu, apabila ia dimakan secara terus-menerus sebelum makan pagi, maka ia dapat melemahkan cacing dan menguranginya. Ia adalah makanan, obat, minuman, dan manisan sekaligus.

Membatasi ifthar dengan kurma saja memiliki manfaat medis yang besar, yaitu masuknya nutrisi ke dalam perut secara bertahap sampai ia siap menerima makanan setelah itu. Tentang hal ini, Ibnu Qayyim berkata, “Ifthar Nabi SAW ajaran yang sangat bijak. Puasa mengosongkan perut dari makanan, sehingga lever tidak mendapatkan didalamnya sesuatu yang dapat diserap dan disebarkan ke seluruh tubuh. Dan makanan yang manis adalah sesuatu yang paling cepat sampai ke lever dan paling disukainya. Apalagi jika makanan itu adalah kurma, karena ia adalah suci.”


**************************


Nach itu pembahasan KURMA menurut al qur’an dan al hadist…
kita akan berlanjut kebagian 2 yaitu KURMA DITINJAU DARI SEGI MEDICAL.


Salam ukhuwah Islamiyah
Andrealica Nhordeeniz
Hongkong august 2011


0 komentar:

Poskan Komentar