Pages

Senin, 06 Februari 2012

KALA DIA MEMANGGILKU (Part 2)

Share on :

“Wow…its so beautiful !”kataku seraya memperhatikan sebuah cincin pernikahan..
“Do you think so?” Stevt balik bertanya
“Yes..of course…!”jawabku tegas. “For her?”
“Yup…saya merasa tak sabar untuk segera memakaikan di jari manisnya .Dia pantas menerimanya !”
“Wow..how a lucky she is…Pasti mahal ya harganya…!

“My Aunt dan saya yang memilihnya.Soal biaya tak jadi soal bagi kami..saya  ingin memberikan mahar yang terbaik untuknya.Bukan ini saja..ada beberapa hal yang akan kuserahkan sebagai mahar untuknya.”kata Stevt sambil memperlihatkan beberapa barang lainnya sebagai mahar untuk pernikahannya.

“Stevt..bukankah dalam Islam kalau mahar yang terbaik itu yang ringan seperti sabda Rosulullah:

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

Dan ada lagi …“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)

“Ya kutahu itu Ndrea.Tapi tak ada salahnya kan jika ku mampu dan rela memberikan yang lebih pantas lagi untuknya?Dia pantas untuk menerimanya,Ndrea..! Tentu kau masih ingat akan Firman_Nya

“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa : 4)

“Ya..aku yakin kalau dirimu mampu memberikan mahar terbaik untuknya.Oya kapan rencanamu menemuinya?”
“Besok..dan pas hari ulang tahunnya aku ingin menikahinya !”

“What?Secepat itu?Oh my God…apakah dia dan keluarganya sudah tahu tentang rencanamu itu?”

“Ndrea..kami pikir tak perlu menunggu lama untuk menikah.Takut syetan makin menjerumuskan kami.Syetan sangat pintar lho menggoda  anak cucu ADAM.Lagipula  dalam Islam tidak mengenal pacaran kan?

“Ya ..itu kupaham.Cuma kaget saja karena baru belasan hari sejak kalian secara resmi berkenalan dan langsung mau menikah..tapi ya..aku ikut mendukung saja kalau demi kebaikan semuanya.

“Dia memintaku hadiah ulang tahunnya adalah menikahinya.Tetapi dia tidak tahu kalau besok aku akan pergi ke Indonesia untuk menemuinya.Meminta izin ortunya  untuk menikahinya.”

“Tapi kamu harus beritahu tentang rencanamu itu biar mereka mempersiapkan kedatangamu.!”
“Tidak perlu Ndrea.Biar sebagai kejutan buatnya dan hadiah ultahnya.

“Saya takut terjadi apa-apa denganmu nanti di Indonesia.Dengan siapa dirimu mau pergi ke Indonesia?”
“Saya pergi dengan Calvin dan my Dad”
“Cuma bertiga?”
“Yup…Kami mau tinggal dulu di Jakarta dan setelah itu terbang ke Yogya menemuinya.Tolong ya Drea..jangan bocorkan tentang kedatangan kami kepadanya..”

“Oke..kalau itu maumu.Kau sudah hapal alamatnya kan?Oya..aku akan kontak sahabatku di Yogya untuk menjemputmu  dan mengantar  ke alamat yang kau tuju.Jangan lupa temui sahabatku di Yogya ya..!”

“Oke..thanks a lot Ndrea..!”
“Maaf Stevt..boleh kutanya sesuatu?”tanyaku ragu
“Yup…mau Tanya apa?”
“Bagaimana soal email itu?”

“Soal email tsb tak perlu ditanggapi secara serius.Saya sudah menanyakan kepadanya tentang sikon yang sebenarnya dan menurut pengakuannya kalau dia sedang sendiri.Jadi saya berhak masuk dalam kehidupannya.”

“Saya Cuma sedikit khawatir lho Stevt. Saya tidak mengenal baik mereka tapi saya langsung diseret ke arus itu.Isi email tsb sungguh mengejutkan saya dan jujur saya tak mau dirimu terluka karena saya sangat menyayangimu sebagai sahabat dan saudaraku karena Allah swt.”sahutku pelan

“Tenang saja ya Ndrea…! Saya percaya DD.
“Tapi berhati-hati kan perlu lho Stevt. Lagi pula ini menyangkut hubungan beda Negara,beda benua dan banyak hal yang harus di pikir secara matang”

“Saya tahu itu Ndrea…!Perbedaan tidak akan menghalangi niat kami untuk bersatu.Semata karena Allah swt.Banyak fisi dan missi kami  yang sama salah satunya niat kami menikah karena ingin menggenapkan agama kami seperti imbauan Rosulullah :

: Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”.
(Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).

“Bagaimana dengan adikmu Steffany?Tahukah dia tentang rencanamu ke Indonesia?”
“Steffany tidak tahu apa-apa.Saya tetap akan menikahi DD walaupun banyak rintangannya..!”ucap Stevt mantap
“Sepertinya dirimu sudah bulat untuk menikahinya.Semoga Allah swt memudahkan segala urusanmu,Stevt !”

“aamiin…! Saya memang sangat mencintainya. Kau masih ingat nggak dengan Firman Allah yang berbunyi :

Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)

Asal kau tahu..dialah calon pendamping hidupku yang selama ini kucari.
Dia calon ibu sejati yang akan melahirkan calon penerus kami yang tangguh,yang siap mengibarkan panji Islam dimanapun kami berada.Dia wanita sholehah,Ndrea..!

“Ya..kutahu kalau dia gadis sholehah.Pernah dirimu menelphonnya?

“Belum pernah..hubungan kami Cuma via email saja itupun membahas kearah persiapan untuk menkhitbah dan  menikah sehubungan budaya Asia dan western sangat berbeda.
“Kenapa tak  telp langsung?””tanyaku heran
“Saya takut mendengar suaranya !”
“Why??

“Saya takut akan terjadi zina hati dan perasaan  yang makin menyiksa setelah mendengar suaranya.Melihat profile dan kiriman emailnya saja sudah membuat saya ingin segera menikahinya,bagaimana kalau sudah mendengar suaranya?Pasti saya akan tersiksa perasan..Biarlah dalam pertemuan nanti disaat menikah kami bertemu dan mendengar suara kami untuk pertama kali.
Itu akan terasa indah…”

“hm..rasanya  bikin bingung tentang hubungan kalian..benar-benar Islami. Oya Rencanamu berapa hari mau tinggal di Indo?”

“Paling lama seminggu dan paling cepat 4 hari.Aku tak bisa cuti lama.Mau mengkhitbah dulu baru menikahinya.Oya..aku ingin menemui mrs.Nafidah.Selain untuk bersilaturahmi juga ingin berkonsultasi tentang beberapa hal.Bisakah dirimu beritahu maksudku kepada Mrs.Nafidah?”

“Oke..akan kuberitahu beliau.Tapi rencanamu gimana?

“Kami dari Jakarta langsung ke Bandung dan dari Bandung langsung terbang ke Yogya.Opini beliau juga sangat kuperlukan untuk menentukan  langkahku selanjutnya.Seperti yang kau sarankan..aku harus hati-hati menginjak ke area yang baru kan?”kata Stevt  mantap

*********************

“Hm..Sebenarnya Indonesia sangat indah dan kaya akan alamnya..sayangnya banyak kemiskinan dimana-mana…!”
“Oh ya?Mengapa berpendapat seperti itu?”tanyaku

“Kami saksikan sendiri Ndrea..Sepupumu di Jakarta sempat membawa kami jalan-jalan ke daerah  orang-orang pinggiran…Banyak sekali rakyatnya yang miskin bahkan banyak yang tinggal di gubuk dan menggunakan air sungai yang kotor untuk kehidupan sehari-hari.
Sedih sekali menyaksikan banyak sekali pengemis tersebar dimana-mana.”

“Jangankan di Jakarta..di kota kecilku saja pengemis banyak dimana-mana.Sepertinya budaya mengemis sudah menjadi mata pencarian mereka.Andaikan mereka tahu akan bahaya mengemis,tentu mereka akan meninggalkan pekerjaan itu.
Rosulullah telah mengingatkannya dalam sabdanya:

"Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya"
Muttafaqun ‘alaihi. HR al-Bukhâri (no. 1474) dan Muslim (no. 1040 (103)

Oya..gimana dengan Yogya?Kapan rencana pernikahannya?Keluarganya bagaimana?Kuyakin mereka keluarga terhormat dan bernuansa Islami..”serbuku

“Kami gagal bertemu,Ndrea…!”jawaban Stevt dalam nada kesedihan
“What?Bagaimana mungkin?”tanyaku kaget

“Saat di Jakarta kami dapat info dari Bandung kalau sebaiknya kami menunggu dulu kasus DD clear .
Jangan sampai  terjadi kasus khitbah di atas khitbah.My Dad akhirnya bilang lebih baik di undur dulu rencana melamarnya dan my Dad memutuskan untuk segera pulang lagi ke Canada karena beliau tak 
bisa meninggalkan officenya terlalu lama.”

“jadi kalian nggak pernah ke Yogya untuk menemuinya?”
“saya dan Calvin ke Yogya.Mampir ke Malioborro dan tempat2  wisata lainnya.Saya berusaha mengontak dia untuk bertemu dia sekeluarga tetapi ternyata misscomunication.
Dan tatkala kami mau pulang lagi ke Hong Kong,dia baru memberitahu kalau kasusnya sudah selesai dan saya boleh menikahinya…”

“Oh..my God…! Jadi tidak terlaksana rencanamu melamarnya? “tanyaku kaget
“Dia memintaku melamarnya saat itu juga tapi jelas ku tak bisa karena my Dad tak bersamaku !”
“Tapi Stevt…dalam Islam kan diperbolehkan menimang seorang wanita tanpa kehadiran keluarga.Karena seorangl lelaki tak perlu wali atau lainnya dlm pernikahan.

“Aku tahu itu Ndrea…!Tapi bagiku..my Dad adalah orang terpenting dalam hidupku dan aku ingin beliau ada saat melamar seseorang untuk pendaping hidupku.
“Jadi rencanamu bagaimana?”

“Kami akan kembali lagi menjemput DD.Mempersiapkan lebih matang lagi.Pokoknya aku ingin menikahinya.Menjadikan dia permaisuri dalam istana kami.Aku sangat mencintainya,Drea !
Kau tahu Ndrea…harapan kami ingin secepatnya mengunjungi rumah_Nya begitu selesai menikah.”
“Maksudmu pergi ke Mecca?”

“Yup..! Kau pernah kesana kan?Asal kau tahu..Diriku selalu bermimpi mengunjungi  rumah_Nya.Tatkala Dia memanggilku…kuingin menjumpainya dengan pendamping hidupku yang sah.
Aku akan kembali. Ke Indonesia….menjemput DD  sebagai belahan tulang rusukku yang hilang.Hanya dia yang bisa memberi warna dalam kehidupanku…”

“Semoga Allah swt memperkenankan harapan kalian ya Stevt..! Sebagai saran..seharusnya dirimu memberitahu dulu maksud kedatangamu ke Indonesia biar dia dan keluarganya bisa mempersiapkan dengan baik.

“Ya..insyaAllah kedepannya akan terencana dengan matang.Semoga juga Staffany dan my aunt bisa ikut bersama ke Indonesia..Dan aku butuh bantuanmu,Ndrea..!”

“Apa yang bisa kubantu?”
“Bantuin selesaikan file 2 yang kemarin kukirim ke hotmailmu.
“What?????? No way…! Aku sibuk banget dengan kerjaanku…!”tolakku
“Please…demi saudaramu yang ingin cepat menggenapkan separuh agamanya.Mau kan??Please…!”

*********************

Andrealica Nhordeeniz
Mengenang sahabatku : W.Stevent A.Schuyler
(Sept  2011)
Teruntuk adikku: DD

1 komentar:

Anonim mengatakan...

part 1 nya mana mb..?

Poskan Komentar