Pages

Jumat, 01 Juli 2011

KISAH MALAIKAT PENJAGA LANGIT

Share on :




Sebuah hadits yg bersumber dari Al Ghazali, Minhajul Abidin, dan Bidayatul Hidayah.

 Ibnu Mubarak menceritakan bahwa Khalid bin Ma’dan berkata kepada Mu’adz, “Mohon Tuan ceritakan hadits Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam yang Tuan hafal dan yang Tuan anggap paling berkesan. Hadits manakah menurut Tuan?

Jawab Mu’adz, “Baiklah, akan kuceritakan.”
Selanjutnya, sebelum bercerita, beliau pun menangis. Beliau berkata, “Hmm, Betapa rindunya diriku pada Rasulullah, ingin rasanya diriku segera bertemu dengan beliau.”

Kata Muadz selanjutnya
“Tatkala aku menghadap Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, beliau menunggang unta dan menyuruhku agar naik di belakang beliau. Kemudian berangkatlah kami dengan berkendaraan unta itu. Selanjutnya beliau menengadah ke langit dan bersabda:

Puji syukur ke Hadirat Allah swt yang menghendaki agar makhluk_Nya menurut kehendak_Nya  wahai Muaz !”

Muaz menjawab” Ya Saiyidil Mursalin “

Rosulullah bersabda lagi;
“Sekarang ingin kuceritakan kepadamu bahwa apabila di hafalkan (diambil perhatiannya)olehmu maka akan berguna tetapi apabila tidak diperdulikan(dilupakan)maka tidak aka nada hujah dihadapan Allah swt kelak.

Hai Muaz ..Allah swt menciptakan 7 malaikat sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.
Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap2 pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnya pintu dan keagungannya.

Malaikat yang memelihara amalan si HAMMBA akan naik ke langit membawa amalan itu kelangit pertama.
Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah(pembawa amalan);
“Saya penjaga tukang umpat.Lemparkanlah balik amalan ini ke muka pemiliknya karena saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat !”

Esoknya naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si Hamba.
Dilangit kedua penjaga pintunya berkata:
“Lemparkan bailk amalan itu ke muka pemiliknya karena dia beramal disebabkan mengharapkan keduniaan.
Allah memerintahkan supaya ditahan amalan ini jangan sampai lepas ke langit yang lain !”


Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah.
Penjaga langit ketiga berkata:”
“Lemparkan balik lagi amalan ini ke muka pemiliknya karena dia seorang yang sombong !”

Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si Fulan/si Hamba ke langit yang ke empat.
Penjaga langit itu berkata:”
“Lemparkan balik lagi amalan ini ke muka pemiliknya karena dia seorang ya ng uzub.Allah telah memerintahkan untuk menahan amalan yang uzub..!”

Seterusnya amalan si Hamba yang lulus ke langit yang kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad,haji,umrah dll..
Tetapi dipintu langit ke lima penjaganya berkata:

“Ini adalah amalan tukang Hasad.Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan kpd hamba_Nya yang lain.Dia tidak ridho dengan kehendak Allah.
Oleh karena itu Allah telah perintahkan amalannya dilemparkan bailk ke muka pemiliknya.Allah tidak menerima amalan pendengki dan hasad !”


Dilangit ke enam penjaga akan berkata:”
“Saya penjaga Rahmat.Saya diperintahkan untuk melemparkan balik lagi amalan yang indah ini kepada pemiliknya karena dia seorang yang tidak pernah mengasihi orang lain.
Kalau orang lain terkena musibah dia akan senang sekali.Oleh karena itu amalan ini jangan melintasi langit ini ! “


Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si Hamba yang lepas hingga langit ke tujuh.
Rupa cahayanya bagaikan kilat dan suaranya bergemuruh.
Diantara amalan itu adalah sholat,puasa,sedekah,jihad dll.

Tetapi penjaga pintu langit ke tujuh berkata:
“Saya ini penjaga SUM’AH(ingin masyur).Sesungguhnya si pengamal ini ingin masyur dalam kumpulan2 dan ingin selalu tinggi disaat berkumpul dengan kawan2 yg sebaya dan ingin berpengaruh bagi para pemimpin.
Allah memerintahkan padaku agar amalannya tidak melintasiku.
Tiap2 amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riya.Allah tidak akan menerima dan mengabulkan orang2x yg riya.

Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni sholat, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan pendiam, zikir pada Allah, diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga sampai melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadirat Allah SWT. Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.

Tetapi firman Tuhan:
Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pengintip hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak boleh menipu Aku. 

Aku adalah Maha Mengetahui. Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi. Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya? Laknat-Ku tetap padanya.’

Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata: ‘Ya Allah, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.’ Dan semua yang di langit turut berkata: ‘Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat’.”

Sayidina Muaz kemudian menangis terisak2 dan berkata:
“Ya Rasulullah, bagaimana aku boleh selamat dari apa yang diceritakan ini?”

Sabda Rasulullah SAW: “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”

Muaz bertanya kembali:  
“Tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanya Muaz bin Jabal. Bagaimana saya boleh selamat dan boleh lepas dari bahaya tersebut?”

Sabda Rasulullah SAW:  
“Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib, maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain. 

Jangan riyak dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan Akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. 

Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan Akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu. Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan. Jangan merobekkan peribadi orang lain dengan mulutmu, kelak engkau akan dirobek-robek oleh anjing-anjing jahanam. Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: ‘Di Neraka itu ada anjing-anjing perobek badan manusia’.”

Muaz berkata: “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”

Jawab Rasulullah SAW: “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT. Cukuplah untuk menghindar semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibenci oleh dirimu sendiri. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar.”

************************
Andrealica Nhordeeniz
Hongkong,July 2011

0 komentar:

Poskan Komentar