Pages

Kamis, 21 Juli 2011

MENELUSURI ISRO MI’RAJ MELALUI AL HADIST DAN AL QUR’AN

Share on :




“hai Dave..serius amat baca bukunya?”Tanya Ardi
Dave cuma tersenyum dan kembali meneruskan bacaannya.
“Buku apaan  sich?Koq bacanya sampai mengkerutkan kening segala persis kakek-kakek yang lagi berpikir.Coba kulihat bukunya?”goda Ardi lagi.
Dave memberikan buku yang sedang dibacanya kepada Ardi.Ardi segera membuka lembar demi lembar isi buku tsb.
“Kirain buku Romanisme..ternyata tentang ISRO MIRAJ Nabi Muhammad SAW.”
“Emang ada yang salah?”
“Nggak juga sich..tapi kan banyak orang udah pada tahu tentang Isro Miraj itu.Masa kamu nggak tahu sich?”
“Saya  kan baru belajar Islam jadi belum paham banget apa itu Isro Miraj”kata Dave tersipu.

“Dalam tafsir Mizan disebutkan bahwa Isra Mi’raj adalah perjalanan paling suci dalam sejarah. Sang musafir adalah Nabi Muhamad Saw, terminalnya adalah Masjidil Haram, route jalurnya adalah Masjidil Aqsa, tuan rumahnya adalah Allah Swt, tujuan dari perjalanan itu adalah melihat ayat-ayat Ilahi, hadiahnya adalah berita-berita dari langit dan dari alam malakut untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan.
Disebutkan juga bahwa malam itu bertepatan dengan malam senin. Malam senin juga adalah malam kelahiran Nabi, malam Nabi menerima wahyu pertama, malam hijrah dari Mekkah, dan malam wafatnya Nabi “jelas Ardi panjang lebar..

“Subhanallah..Maaf Di..mau nggak ya kau bahas secara rinci tentang Isro Miraj ini biar kupahami semuanya.Seperti yang engkau ketahui..saya mualaf baru..jadi belum paham semuanya tentang Islam.Please..”

“Hehehe..saya sebenarnya nggak pinter-pinter amat soal agama Islam.Tapi selaku kaum Muslim wajib mengetahuinya dan mempercayainya.
Oke..kita bahas ya tentang Isro Miraj berdasarkan al qur’an dan al hadist.

**********************
Isro Miraj itu memang ada dan harus diyakini oleh semua kaum Muslimin.dalilnya:
A.Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami  berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (Kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (QS. Al-Isra`[17] : 1)

B.Anas bin Malik r.a. berkata, “Abu Dzarr r.a. menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda,
‘Dibukalah atap rumahku dan aku berada di Mekah. Turunlah Jibril a.s. dan mengoperasi dadaku, kemudian dicucinya dengan air zamzam. Ia lalu membawa mangkok besar dari emas, penuh dengan hikmah dan keimanan, lalu ditumpahkan ke dalam dadaku, kemudian dikatupkannya.Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia. 

Ketika aku tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga langit, ‘Bukalah.’
Penjaga langit itu bertanya, ‘Siapakah ini?’
Ia (jibril) menjawab, ‘Ini Jibril.’
Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah Anda bersama seseorang?’
 Ia menjawab, ‘Ya, aku bersama Muhammad saw.’
Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah dia diutus?’
Ia menjawab, ‘Ya.’ Ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki langit dunia. 

Tiba tiba ada seorang laki-laki duduk di sebelah kanannya ada hitam-hitam (banyak orang) dan disebelah kirinya ada hitam-hitam (banyak orang).
Apabila ia memandang ke kanan, ia tertawa, dan apabila ia berpaling ke kiri, ia menangis, lalu ia berkata,
‘Selamat datang Nabi yang saleh dan anak laki-laki yang saleh.’ 

Aku bertanya kepada Jibril, ‘Siapakah orang ini?’
jibril menjawab, ‘Ini adalah Adam dan hitam-hitam yang di kanan dan kirinya adalah adalah jiwa anak cucunya. Yang di sebelah kanan dari mereka itu adalah penghuni surga
dan hitam-hitam yang di sebelah kirinya adalah penghuni neraka.’

Apabila ia berpaling ke sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, ia menangis,
Jibril menaikkan aku ke langit yang ke dua, lalu dia berkata kepada penjaganya, ‘Bukalah.’ Berkatalah penjaga itu kepadanya seperti apa yang dikatakan oleh penjaga pertama, lalu penjaga itu membukakannya.”

************

“Oya Ardi..katanya yang kudengar dalam Isro Miraj itu Nabi Muhammad bertemu dengan beberapa nabi.Bisa diperjelas nggak gimana gambaran para Nabi yang bertemu dengan Rosulullah?”sela Dave nggak sabar.

“Memang benar menurut beberapa hadist Rosulullah bertemu dengan beberapa Nabi spt Nabi Adam,Idris,Musa,Isa,Ibrahim as.
Dalilnya spt ini…

A.Anas berkata,
“Beliau menyebutkan bahwasanya di beberapa langit itu Rosulullah bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim shalawatullahi alaihim, namun beliau tidak menetapkan bagaimana kedudukan (posisi) mereka, hanya saja beliau  menyebutkan bahwasanya beliau bertemu dengan Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam.” 

Anas berkata, “Ketika Jibril a.s. bersama Nabi Muhammad saw melewati Idris, Idris berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara laki-laki yang saleh.’
Aku (Rasulullah) bertanya, ‘Siapakah ini?’
Jibril menjawab, ‘Ini adalah Idris.’
Aku melewati Musa lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara yang saleh.’ Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’
Jibril menjawab, ‘Ini adalah Musa.’
Aku lalu melewati Isa dan ia berkata, ‘Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi yang saleh.’
Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’
Jibril menjawab, ‘Ini adalah Isa.’
Aku lalu melewati Ibrahim, lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan anak yang saleh.’
Aku bertanya,’Siapakah ini?’ J
ibril menjawab, ‘Ini adalah Ibrahim as..’”
(HR. Bukhari no. 192)

B. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda:
Ketika aku diisra’kan, aku bertemu dengan Nabi Musa as., ia seorang lelaki yang tinggi kurus dengan rambut berombak, seperti seorang Bani Syanu’ah. Aku juga bertemu dengan Nabi Isa as. ia berperawakan sedang, berkulit merah, seakan-akan baru keluar dari pemandian. Aku bertemu dengan Nabi Ibrahim as. Akulah keturunannya yang paling mirip dengannya. Lalu aku diberi dua bejana, yang satu berisi susu dan yang lain berisi arak. Dikatakan padaku: Ambillah yang engkau suka. Aku mengambil susu dan meminumnya. Kemudian dikatakan: Engkau diberi petunjuk dengan fitrah atau engkau menepati fitrah. Seandainya engkau mengambil arak, niscaya sesat umatmu. (Shahih Muslim No.245)

C. . Dari Ibnu Mas’ud, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW:
Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diisra’kan.
Iapun bertanya: “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu mengucapkan salam kepadaku, dan kabarkanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya surga subur tanahnya, manis airnya, dan terhampar luas. Dan bahwasanya tanamannya adalah (ucapan dzikir) Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.”
 (HR at-Tirmidzi (3462),

D. Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW :
“….. Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jama’ah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri shalat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Sanu’ah. Dan ada pula ‘Isa bin Maryam alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim ‘alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian diserukanlah shalat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai shalat, ada yang berkata (Jibril): “Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!” Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam. HR Muslim (172).

***************

“Ardi,benarkah dalam Isro Miraj itu Nabi Muhammad membawa perintah untuk umatnya menunaikan SHOLAT?”Tanya Dave memotong pembicaraan Ardi

“Benar Dave..perintah sholat itu dibawa dalm peristiwa Isro Miraj.Apaun dalilnya;”

A. Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, ‘Allah swt  lalu mewajibkan atas umatku lima puluh shalat (dalam sehari semalam).
Aku(Rosulullah) lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati Musa, kemudian ia (Musa) berkata kepadaku,
 ‘Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu?’
 Aku menjawab, ‘Dia mewajibkan lima puluh kali shalat (dalam sehari semalam).’
Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’
Allah lalu memberi dispensasi (keringanan) kepadaku . Maka aku kembali dan mengajukan usulan kepada Tuhanku), lalu Tuhan membebaskan separonya. ‘Aku lalu kembali kepada Musa dan aku katakan, ‘Tuhan telah membebaskan separonya.’ 

Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena sesungguhnya umatmu tidak kuat atas yang demikian itu. ‘Aku kembali kepada Tuhanku lagi, lalu Dia membebaskan separonya lagi. Aku lalu kembali kepada Musa, kemudian ia berkata, ‘

“Kembalilah kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’
Aku kembali kepada Tuhan, kemudian Dia berfirman, ‘Shalat itu lima (waktu) dan lima itu (nilainya) sama dengan lima puluh (kali), tidak ada firman yang diganti di hadapan Ku.’

 Aku lalu kembali kepada Musa, lalu ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu.’
Aku jawab, ‘(Sungguh) aku malu kepada Tuhanku.’ 

Jibril lalu pergi bersamaku sampai ke Sidratul Muntaha dan Sidratul Muntaha itu tertutup oleh warna-warna yang aku tidak mengetahui apakah itu sebenarnya?
Aku lalu dimasukkan ke surga. Tiba-tiba di sana ada kail dari mutiara dan debunya adalah kasturi.’”(HR. Bukhari no. 193, 194)

B. Perintah sholat dlm peristiwa Isro Miraj juga terdapat dalam hadist Muslim yang berbunyi;
“Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan.
Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini?

Jawabnya: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu?
Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah ia telah diutus?
Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. 

Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. 

Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku.
Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu?
Aku menjawab: Salat lima puluh kali. 

Dia berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel.
Aku pun kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Lalu Allah mengurangi lima salat dariku. 

Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah mengurangi lima waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu. Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: 

Hai Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan.

 Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya.
 (Shahih Muslim No.234)

****************
“Ardi..menurut info yang kudapat..benarkah dalam isro Miraj juga nabi Muhammad bisa melihat penghuni neraka dan Syurga?”

“Hm..ada beberapa hadoist yang menyatakan kalau nabi Muhammad melihat beberapa penghuni nereaka spt dalam hadist:

A. Di dalam Sunan Abu Dawud terdapat riwayat dari Anas bin Malik, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Ketika aku dimi'rajkan aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Dengan kuku-kuku itu mereka mencakar-cakar wajah dan dada-dada mereka sendiri. Maka aku berkata: 'Siapakah mereka itu wahai Jibril?' Jibril menjawab, 'Mereka itu adalah orang-orang yang berani memakan daging-daging manusia serta menjatuhkan kehormatan dan harga diri orang lain'." (Hadits ini Shahih) (Nashihati lin Nisaa', hal. 26-27)

B. cerita Ibn  Hisyam  melalui  ucapan
Nabi  'alaihissalam  sesudah  berjumpa  dengan  Adam di langit pertama,  ketika  mengatakan:  "Kemudian  kulihat  orang-orang bermoncong   seperti  moncong  unta,  tangan  mereka  memegang segumpal api seperti  batu-batu,  lalu  dilemparkan  ke  dalam mulut  mereka  dan  keluar  dari  dubur.
 Aku bertanya: "Siapa mereka itu, Jibril?".  

"Mereka yang  memakan  harta  anak-anak yatim  secara  tidak  sah,"  jawab  Jibril. 
Kemudian  kulihat orang-orang dengan perut yang belum pernah kulihat dengan cara keluarga  Fir'aun  menyeberangi  mereka seperti unta yang kena penyakit dalam kepalanya, ketika dibawa ke dalam  api.  Mereka diinjak-injak  tak  dapat  beranjak  dari  tempat  mereka.
Aku bertanya:   "Siapa   mereka   itu,   Jibril?".  

"Mereka   itu tukang-tukang  riba,"  jawabnya.
Kemudian kulihat orang-orang,di hadapan mereka ada daging yang gemuk dan baik,  di  samping ada  daging  yang  buruk  dan  busuk. Mereka makan daging yang buruk dan busuk itu dan meninggalkan yang gemuk dan baik.  Aku bertanya:  "Siapakah  mereka itu, Jibril"?

 "Mereka orang-orang yang meninggalkan wanita yang  dihalalkan  Tuhan  dan  mencari wanita   yang  diharamkan,"  jawabnya. 
Kemudian  aku  melihat wanita-wanita yang digantungkan pada buah  dadanya.  Lalu  aku bertanya:  "Siapa mereka itu, Jibril?" 

"Mereka itu wanita yang memasukkan laki-laki lain  bukan  dari  keluarga  mereka  ..."
Kemudian  aku  dibawa  ke surga. Di sana kulihat seorang budak perempuan,  bibirnya  merah.  Kutanya  dia:  "Kepunyaan  siapa engkau?"-Aku  tertarik  sekali  waktu  kulihat.
"Aku kepunyaan  Zaid ibn  Haritha,"  jawabnya.  Maka  Rasulullah  s.a.w.  lalu memberi selamat kepada Zaid ibn Haritha."

C. Pemberi hutang yang menolong kawannya akan dilindungi Allah. Seperti keterangan sebuah hadits dari Anas, Nabi r bersabda:
 “Saat diriku di-isra’kan saya melihat catatan di pintu surga, sedekah itu dengan sepuluh kalinya sedangkan pinjaman dengan delapan belas.
Maka saya tanyakan kepada Jibril, bagaimana mungkin pinjaman itu lebih baik daripada sedekah. Maka dia menjawab: Karena orang yang meminta itu –biasanya- saat meminta dia masih punya sesuatu sedangkan orang yang meminjam –biasanya- tidak meminjam kecuali terdesak kebutuhan”.
(HR. Ibnu Majah). 

Dalam riwayat lain: “Siapa saja yang meringankan peminjamnya atau membebaskannya –dari pelunasan hutang- maka akan berada di bawah naungan ‘Arsy Allah pada hari kiamat”. Allah berfirman: “ Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesulitan, maka tangguhkanlah sampai dia berkelapangan (mampu membayarnya), dan menyedekahkan (sebagian atau semua hutang) itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui“. (QS: Al-Baqarah: 280)

******************

“wah..ternyata luas juga ya pembahasan Isro Miraj itu ya Di…! Hm..sayang sekali waktu istirahat kita sudah mau habis…kapan-kapan bahas ya lagi Di…saya ingin tahu banyak Islam secara total…!”ujar Dave
“oh iya ya..tak terasa waktunya kita harus masuk kelas…ya dah..lain kali dilanjutkan lagi ya…!”jawab Ardi seraya bangkit dan bersama-sama menuju ruang kelasnya…

******************
hongkong,july 2011
Andrealica Nhordeeniz



0 komentar:

Poskan Komentar