Pages

Senin, 06 Juni 2011

BEBERAPA BENDA PENINGGALAN ROSULULLAH

Share on :


JEJAK-jejak Nabi Muhammad Saw dalam bentuk relikui (peninggalan barang atau benda suci-Red) tak hanya bisa dijumpai di Makkah atau Madinah di Arab Saudi, kita pun bisa menjumpainya di wilayah yang agak jauh dari situ. Misalnya di Turki, atau tepatnya di Istana Topkapi.
Istana Topkapi suatu istana 24 raja dari Dinasti Ottoman Turki yang sangat terkenal. Istana tersebut berfungsi selama sekitar 400 tahun sejak mulai dibangun pada tahun 1453 Masehi, atau pada masa pemerintahan Sultan Mehmet II. Selama itu pula, pembangunan dan pembaharuan istana dilangsungkan tanpa henti hingga tahun 1850.


Istana yang berluas 700 meter persegi dan dikelilingi tembok sepanjang 5 kilometer itu berada di titik pertemuan Selat Bosphorus, Tanjung Tanduk Emas (Golden Horn), dan Laut Marmara. Topkapi dalam bahasa Turki yang artinya "Gerbang Meriam" yang merupakan salah satu pintu masuk ke dalam istana.
Jadi, mengunjungi istana tersebut, terlebih-lebih saat memasuki ruangan yang menyimpan relikui Rasulullah, saya seperti dibawa ke masa Nabi hidup. Dan tempat itu bisa menjadi tujuan berwisata agama yang sangat mencerahkan batin.

Ada banyak sekali relikui yang tersimpan di istana tersebut. Di antara yang paling menarik adalah relikui Rasulullah dan 4 sahabatnya. Benda-benda itu ditempatkan di ruangan yang terpisah dari bangunan utama Istana Topkapi dan berada di ruang yang disebut Paviliun Relikui Suci. Selain menjadi bukti kebesaran Islam, Dinasti Ottoman itu sendiri adalah sebuah lambang kejayaan Islam di wilayah yang sekarang masuk ke dalam wilayah Eropa tersebut.

Bagaimana relikui Rasulullah bisa sampai jauh dari tanah asal tempat Nabi hidup? Sejarah dimulainya pengumpulan relikui tersebut bermula dari masa pemerintahan Sultan Selim I (1512-1520). Taj al-Tawarikh (Catatan Kejadian Para Raja) yang ditulis Sadeddin Effendi menyebutkan, ketika itu Sultan Selim hampir tiap malam tidak dapat tidur. Dalam kondisi seperti itu, dia selalu ditemani Hasan Can (ayah Sadeddin Effendi). Mereka selalu terlibat diskusi yang serius.
Pada suatu hati Hasan Can sangat mengantuk dan tertidur. Pagi harinya sang raja menanyakan mimpi lelaki itu. Awalnya pertanyaan itu mengagetkan Hasan. Tapi anehnya, mimpi Hasan Can serupa dengan mimpi Hasan Aga si Penjaga Pintu Raja. Dalam mimpi mereka, mereka melihat sekelompok orang Arab dengan wajah berkilauan sedang berdiri di dekat pintu. Orang-orang itu bersenjata dan memegang bendera. Salah seorang yang memegang bendera kesultanan yang berwarna putih mengetuk pintu. Ketika Hasan Aga membuka pintu, sang tamu berkata, "Mereka ini pendamping Rasulullah. Beliau mengirimkan salam dan berkata Katakan pada rajamu, bangkit dan datanglah. Penjaga Haramain (Kota suci Makkah dan Madinah-Red), menganugerahkan padamu. Ini Abubakar al-Siddiq, Ini Umar al-Faruq, dan ini Uthman Zinnurayn. Saya Ali bin Abu Thalib. Sampaikan salamku untuk Selim Khan."

Ketika Sultan Selim mendengar hal itu, wajahnya memerah dan mulai menangis. Kemudian dia berkata pada Hasan Can, "Saya telah mengatakan padamu bahwa saya tidak akan bertindak tanpa perintah. Nenek moyang saya sekarang telah merestui dengan kebijakan suci. Saya tidak bisa menyamai mereka".
Setelah mimpi spiritual tersebut, Sultan Selim I mulai melakukan invasi ke Kesultanan Mamluk yang berpusat di Mesir. Tak lama kemudian, Mesir dan Hijaz (Arab Saudi sekarang) menjadi bagian dari Kesultanan Turki. Penaklukan Mesir ditandai dengan klaim atas wilayah itu oleh Sultan Selim pada 20 Pebruari 1517 di Masjid Mallik Muayyad, Kairo.
Hijaz yang ketika itu juga wilayah Kesultanan Mamluk diklaim Sultan Selim dengan menyebut dirinya sebagai "Pelayan Haramain". Abu Numay, anak Sharif Barakat (Gubernur Makkah saat itu) segera menyerahkan kunci Makkah dan Madinah.
Penaklukan itulah awal kisah keberadaan relikui di Istana Topkapi. Saat kembali ke Turki, Sultan Selim membawa serta relikui Nabi Muhammad yang sekian lama disimpan Kesultanan Mamluk. Relikui itu adalah mantel, tongkat, gigi (yang tanggal pada Perang Uhud), segenggam janggut, bendera, pena, sajadah, tasbih kayu, bakiak atau terompah, pedang hitam (Pedang Nabawi), busur panah, serban, dan sabuk. selain itu, masih ada beberapa relikui lainnya, termasuk pedang-pedang milik 4 sahabat Nabi.

Berlanjut
Pengumpulan relikui tersebut terus berlanjut. Setelah Sultan Selim I, para penggantinya pun dengan antusias melakukan hal serupa. Wilayah pengumpulannya pun meluas hingga Oran, Baghdad, dan banyak wilayah lainnya. Dari Kairo dan Makkah pun masih banyak lagi yang dibawa ke Turki.

Cetakan telapak kaki Rasulullah

Salah satu yang mengagumkan adalah cetakan telapak kaki Nabi Muhammad. Benda itu diboyong dari Tripoli, Libya. Telapak kaki itu dipercaya tercetak saat Rasulullah melakukan Mi'raj dari Masjidil Aqsa. Atas kuasa Allah, saat hendak naik ke langit, pada batu tempat berpijaknya tercetak telapak kaki beliau. Yang tersimpan di istana Topkapi hanya cetakan telapak kaki kanan, sedangkan cetakan telapak kaki kiri masih tersimpan di Masjidil Aqsa sampai sekarang.
Tak kalah pentingnya adalah beberapa surat dan segel peninggalan nabi. Surat-surat itu ditujukan pada beberapa orang. Bisa dinukilkan di sini bunyi surat yang ditujukan kepada Muqawqis, pemimpin Kaum Kopts, sebagai berikut: "Dengan nama Allah yang Mahapengasih dan Mahapenyayang. Dari Muhammad, pelayan Allah dan pembawa berita-Nya kepada Muqawqis, Pemimpin Kopts. Aman dan damai bagi mereka yang berjalan di sisi yang benar. Karena itu, saya mengundang Anda untuk menerima Islam. Jika Anda menerima, Anda akan menemukan kedamaian. Anda akan menyelamatkan takhta Anda, dan Anda akan mendapatkan keuntungan dua kali lipat untuk membiarkan takhta Anda dimuliakan oleh Islam. Jika Anda membalikkan badan pada tawaran ini, tanggung jawab untuk kerusakan dengan jatuh dari takhta oleh sebab Anda sendiri. O, Rakyat Book, kemarilah dan jadilah satu berkumpul dalam satu bahasa. Jangan memuja apa pun selain Allah. Jangan mempersekutukan apa pun dengan-Nya. Jangan meninggalkan Allah dan saling menyembah satu sama lain. Jika Anda memalingkan undangan ini, Anda akan tahu bahwa kami Muslim."
Tegas dan bernas isi surat itu. Surat dengan ketegasan dan kebernasan serupa bisa dibaca pada surat yang ditujukan pada Musaylima si Pembohong. "Dengan nama Allah yang Mahapengasih dan Mahapenyayang. Dari Muhammad, pelayan Allah dan pembawa berita-Nya kepada Musaylima si Pembohong. Aman dan damai bagi mereka yang berjalan di sisi yang benar. Mulai sekarang, bumi milik Allah. Dia memberikannya pada siapa saja yang Dia kehendaki. Yang terindah adalah milik Allah. Jika Anda dan mereka menyesal, Allah akan mengampuni Anda dan mereka yang menyesal bersama Anda."

Segel Nabi Muhammad

Perlu dicatat, pada bagian bawah surat-surat itu selalu tertera segel yang bertuliskan Muhammad Rasullulah. Segel tersebut terbuat dari batu merah Cornelian. Tadinya segel tersebut berbentuk bulat, diikat dengan perak, dan dipakai sebagai cincin di jari Nabi. Saat Muhammad wafat, cincin segel itu diwariskan pada Abubakar, kemudian ke Umar bin al-Khattab, dan Usman bin Affan. Usman secara tidak sengaja menjatuhkannya ke dalam Sumur Eris dan mencarinya hingga beberapa hari tetapi tidak ditemukan.
Maka selanjutnya Usman membuat segel dengan kalimat yang sama dan diwariskan kepada Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Segel tersebut ditemukan di Baghdad dan dibawa ke Topkapi. Dengan begitu boleh diasumsikan bahwa segel tersebut dipakai oleh para pemimpin Dinasti Abbasiyah yang bermukim di Irak. Asumsi itu mendapat pembuktian jika kita mencermati bentuk teraan segel pada surat-surat yang ada di Topkapi. Pada surat-surat Nabi, teraan segelnya bulat dan itu dibuat sebelum segelnya dijatuhkan Usman, sementara segel yang disimpan di Topkapi berbentuk kotak.
Peninggalan penting lainnya adalah manuskrip Alquran yang pertama. Sebelum Alquran disatukan menjadi kitab, manuskrip pertama Alquran dituliskan di atas lembaran kulit binatang. Salah satu yang tersimpan di Topkapi menyuratkan Surat Al Qadar.
Tak hanya relikui Rasulullah, Topkapi juga menyimpan banyak relikui tokoh-tokoh lainnya yang dikenal dalam sejarah Islam. Beberapa bisa disebutkan antara lain potongan serban Syeh Abdul Qodir Jaelani, mangkuk Nabi Ibrahim, tongkat Nabi Musa, pedang Nabi Daud, serban Nabi Yusuf, jubah dan sajadah Fatimah al Zahra.

Tangan Yohannes Pembaptis

Dari semua itu, yang paling mengejutkan adalah relikui potongan tangan kanan milik Yohannes Pembaptis yang dikenal dalam sejarah kristiani. Tangan kanan itulah yang dulu membaptis Yesus di Sungai Yordan. Cerita sejarah memang menyebutkan bahwa Yohannes Pembaptis dipenggal oleh Raja Herodes dari Kerajaan Romawi. Relikui tersebut ke Istanbul dari Antiokia pada saat Konstantin VII (Kerajaan Katolik penguasa Turki sebelum Dinasti Turki Ottoman).
Tadinya sejak abad ke-12, relikui itu disimpan di Kapel Konstantin sebelum dipindah ke Gereja Perawan Maria, hingga akhirnya pindah ke Gereja Periblebtos. Saat Turki dikuasai Dinasti Ottoman, relikui itu jatuh ke tangan orang Islam.
Masih banyak lagi relikui yang belum disebutkan. Yang pasti, berkunjung ke situ, Anda seperti tengah berpesiar ke alam spiritual para tokoh agama. Lebih menarik lagi, pada Paviliun Relikui Suci, kita bisa mendengar alunan bacaan Alquran oleh 24 orang Hafiz Quran secara bergantian 24 jam nonstop. Dan bayangkan, lantunan ayat suci itu sudah berlangsung tanpa jeda sejak tahun 1517.(Arya H-13)

*******************
Andrealica Nhordeeniz

0 komentar:

Poskan Komentar