Pages

Minggu, 12 Juni 2011

ISLAM PUN PUNYA ETIKA PERGAULAN PRIA DAN WANITA

Share on :




Hm…boleh nggak ya kupinjam jacketmu yang biru itu?
“Untuk apa?”Tanyaku heran


“Mau bidik merpati!” Irfan menjawab sambil senyum simpul
“Bidik merpati koq  harus pakai jacket biru.Apa hubungannya?”


“Yee..kuno akh kamu.Bukan merpati sungguhan tapi arti kiasan buat cewek yang kutaksir.Udah 2 mingguan kucoba dekatin dia dan entar malam kujanji mau apel ke dia.
Cantik lho orangnya..Kamu pasti hafal…dia kan primadona kelasmu…


“Astagfirrullah…ckckck…NGGAK BISA!”
“Koq kamu gitu ?Pinjam saja beberapa jam koq nggak mau ngasih.Jacketku kotor saat ini.”


“POKOKNYA NGGAK BISA…Aku tak mau terbawa dosa…!”Jawabku tegas
“Lho apa hubungannya jacket dengan dosa?”Irfan makin heran..


“Kalau kuberi pinjaman jacket padamu..sama saja aku ikut menfasilitasimu berbuat dosa yaitu tepatnya dirimu mau mendekati ZINA…dan itu dosa besar..”
“Maksudnya???”


“Gini lho…dalam syariat Islam itu telah digaris bawahi etika pergaulan dengan batas2xnya antara kaum laki-laki dan kaum perempuan.Coba kita pelajari bersama ya tentang beberapa hadist dan Firman_Nya yang menjelaskan tentang pergaulan secara Islami.

**************************************

Islam telah berbicara secara tegas dalam menyikapi pergaulan antara laki-laki dan perempuan.
Ada etika pergaulan antara laki-laki dan perempuan menurut Islam yaitu;

1..Menundukkan pandangan:   
a.“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menundukkan pandanganya, dan menjaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.
(QS : An Nuur [24] : 30).

b“Janganlah kamu mengikuti pandangan pertama (kepada wanita) dengan pandangan berikutnya.
Karena yang pertama itu untukmu dan yang kedua adalah ancaman/dosa."
 [HR.Ahmad, Abu Daud, Tirmizy dan Hakim]

Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala mendahulukan penyebutan menundukkan pandangan dari pada menjaga kemaluan, maka hal ini menunjukkan pentingnya menundukkan pandangan sebagai sarana untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang dapat merasuk ke dalamnya, setelah itu barulah hati itu dapat tumbuh dan berkembang dengan diberi makanan hati yang berupa amal keta’atan sebagaimana badan yang juga butuh makanan agar dapat tumbuh dan berkembang
                                                                          
2. Menutup Aurat;
ALLAH berfirman dan jangan lah mereka mennampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya.
(An-Nuur: 31)

Juga Firman-NYA; Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(An-Nuur: 59).

Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis. Dari Abu Daud Said al-Khudri .a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseorang lelaki memandang aurat lelaki, begitu juga dengan wanita jangan melihat aurat wanita.

3. Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita;
 Kalau ada sebuah keperluan terhadap kaum yang berbeza jenis, harus disampaikan dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-NYA; Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab. (Al-Ahzaab: 53)

4. Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki Dan Perempuan;
Dari Ibnu Abbas .a. berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya.
(Hadis Riwayat Bukhari & Muslim)

Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya.
 (Hadis Riwayat Ahmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih)

5. Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan)
 Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya.
 Firman ALLAH SWT; Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik. (Al-Ahzaab: 32)

Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalah beberapa  etika yang diperintahkan oleh ALLAH kepada para isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita mukminah lainnya, iaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. (Tafsir Ibnu Kathir 3/350)

6. Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan Jenis;
Dari Maqil bin Yasar .a. berkata; Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik daripada menyentuh kaum wanita yang tidak halal baginnya.
(Hadis Hasan Riwayat Thabrani dalam Mujam Kabir)

Berkata Syaikh al-Abani Rahimahullah; Dalam hadis ini terdapat ancaman keras terhadap orang-orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.
(Ash-Shohihah 1/44 Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membaiat dan lain-lainnya. 

(Ash-Shohihah 1/44 Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat penting seperti membaiat dan lain-lainnya. 

Dari Aishah berkata; Demi ALLAH, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat.
(Hadis Riwayat Bukhari)

Inilah sebahagian etika pergaulan lelaki dan wanita selain mahram, yang mana apabila seseorang melanggar semuanya atau sebahagiannya saja akan menjadi dosa zina baginya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW; Dari Abu Hurairah .a. dari Rasulullah SAW bersabda:

 Sesungguhnya ALLAH menetapkan untuk anak adam bahagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata dengan memandang, zina lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan-angan, lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya.
(Hadis Riwayat Bukhari, Muslim & Abu Daud)

Padahal ALLAH SWT telah melarang perbuatan zina dan segala sesuatu yang boleh mendekati kepada perbuatan zina. Sebagaimana Firman-NYA; Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk. (al-Isra: 32)





**************************************
Hm…makasich ya Fadh…udah mengingatkanku.Kamu betul2x sahabatku..tak mau membiarkanku berbuat salah..pada perbuatan yang melanggar dosa.”
“Sesama muslim itu bersaudara dan harus saling mengingatkan”jawabku bahagia.


“Betul juga ya kata Ali Bin Abdul Tholib ra…”Sahabat sejati adalah orang yang membuat kita benar BUKAN orang yang senantiasa membenarkan kita”
Dan dirimu wahai sahabatku Fadh adalah salah satunya.Terima kasih atas semuanya.Dan nggak jadi dech pinjam jacketnya…mau puasa untuk jauhi  berbagai zina termasuk zina mata pada wanita”

*****************




Hongkong,Shatin ,June 2011
(Andrealica Nhordeeniz)

0 komentar:

Poskan Komentar