Pages

Minggu, 12 Juni 2011

MENINJAU PUASA DARI SUDUT AGAMA DAN MEDIS

Share on :




Wahai orang2x yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang2x sebelum kalian”
(QS.Al Baqorah;183)

Hm..kangen sekali pingin bahas sesuatu permasalahan dengan meninjau dari beberapa sudut spt dari sudut AGAMA dan MEDIS.
Kali ini izinkan saya membahas PUASA ditinjau dari sudut agama dan medis.Yuk..kita bahas rame-rame ya..bentar lagi kan kita insyaAllah mau ngadepin bulan Ramadhan..iya kan?

Suka puasa nggak?Apa sich pengertian PUASA tsb?
Hm..Puasa menurut syariat berati menahan diri secara khusus dalam waktu tertentu dengan syarat2x tertentu pula.
Menahan diri itu termasuk ibadah lho..
Kita tinjau dulu yuk tentang puasa…

PUASA DARI SUDUT AGAMA

Menurut al Qur’an dan Al Hadist  setiap muslim yang berakal sehat dan telah mencapai usia baligh di wajibkan untuk berpuasa.
Adapun dalil tentang kewajiban dan keutamaan puasa adalah;
a.Wahai orang2x yg beriman,diwajibakan atas kalian berpuasa sbgmn telah diwajibkan atas org2x sebelum kalian.
(al baqarah;183)


b.Dari Abu Hurairah,Rosulullah bersabda”
Puasa itu perisai.Apabila salah seorang diantara kalian berpuasa hendaklah ia tidak berkata keji dan membodohi dia.
Jika ada seorang seseorang mengumpatnya atau memeranginya hendaklah ia mengatakan;
Sesungguhnya aku sedang berpuasa.Demi Dzat yg jiwaku berada di tangan_Nya,sesungguhnya bau mulut yg keluar dr org yg berpuasa itu lebih harum di sisi Allah drpd bau kasturi.
Org berpuasa itu meninggalkan makanan dan minumannya untuk diri_Ku(Allah).
Maka puasa itu untuk diri_KU dan AKU(Allah) sdr yg akan memberikan pahala karenanya.Kebaikan itu di balas dgn sepuluh x lipatnya.
(HR.Al Bukhari)
(hm…hebat kan bisa mempunyai bau mulut yg lebih harum disisi Allah)

c.Apabila datang bulan Ramadhan maka di bukalah pintu2x syurga dan di tutup pintu2 neraka serta setan dibelenggu
(HR.Muslim)
(Nach lho…syetan aza pada dibelenggu…)

d.Dari Abu Umanah;
Aku pernah mendatangi Rosulullah seraya berkata;
Perintahkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukan aku ke syurga.Beliau menjawab”
Hendaklah kamu berpuasa karena puasa itu merupakan amalan yang tidak ada bandingannya.
Kemudian aku mendatangin Beliau untuk kedua kalinya dan beliau berkata dgn nasihat yang sama.
(HR.Ahmad,An-Nasa’I dan Al Hakim)

e.Dari Sahal bin Sa’ad,Rosulullah bersabda:
Sesungguhnya syurga itu mempunyai satu pintu yg di sebut Babu Ar Rayan.Pada hari Kiamat nanti pintu tsb akan bertanya”Dimanakah org2 yg berpuasa?
Apabila yg terakhir dr mrk telah masuk maka pintu tsb akan tertutup
(Muttafaqun Alaih)
(Ayo..berlomba menjadi salah satu penghuni Syurga tsb via puasa)

f.Dari Abu Sa’id Al Khudri,Rosulullah bersabda”
Tidaklah seorang hamba berpuasa pada suatu hari di jalan Allah,
melainkan dengan hari itu Allah akan menjauhkan api neraka dari wajahnya selama 70 musim
(HR.Jamaah,kecuali Abu Dawud)

II. Hari-hari yg disunahkan puasa;

A.Pada hari Arafah
 “Pada hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama 2 tahun,satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan dating.
Adapun puasa Asyura dapat menghapuskan dosa selama satu tahun yang telah berlalu.
(HR.Muslim)

B.Pada hari Asyura
 1.(Aku memohon kepada Allah untuk menghapuskan dosa yang pernah aku perbuat pada satu tahun sebelumnya”
(HR.Muslim)

2.Rosulullah memerintahkan puasa pada hari Asyura yaitu tanggal sepuluh dari bulan Muharam
(HR.At Tirmidzi)

C.Enam hari pd bulan syawal
Barangsiapa yg berpuasa pd bulan Ramadhan lalu dilanjutkan dgn puasa pd bulan Syawal maka nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun.(HR.Muslim,Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

D.Pada bulan Syaban
Aku tidak melihat Nabi menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain bulan Ramadhan.
dan aku tidak melihat Beliau pd bulan2x yg lain berpuasa lebih banyak dr bulan Syaban(Muttafaqun Alaih)

E.Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah
Tidak ada hari dimana amal Shalih di dalamnya lebih di cintai oleh Allah swt drpd hari ini.
Para sahabat bertanya”Ya Rosulullah tidak juga jihad fi sabilillah?
Rosulullah menjawab”
Tidak juga jihad fi sabilillah kecuali seorang yg berangkat dgn membawa jiwa dan hartanya lalu kembali tanpa membawa sedikitpun dr keduanya.
(HR.Al Bukhari)

F.Pada bulan Muharam
Sebaik2x puasa setelah bulan Ramadhan adalah pada bulan Allah yaitu Muharram(Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

G.Pertengahan bulan Qomariyah
Rosulullah berpesan 3 hal;
Berpuasa 3 hari pd setiap bulannya,2 rakaat sholat Dhuha serta sholat witir sebelum tidur
(Muttafaqun Alaih)

H.Senin Kamis
“Sesungguhnya amal perbuatan manusia yang diangkat menuju Allah pada hari Senin dan Kamis
(HR.Abu Dawud)

III.Waktu yang di Makruhkan berpuasa;
  a.Mengkhususkan bulan Rajab untuk berpuasa
  b.Pada hari Jum’at saja
  c.Pada hari Sabtu saja
  d.Pada hari yang di ragukan
  e.Berpuasa khusus pd tahun baru/hari besar orang kapir
  f.Puasa Wishal(puasa 2 atau 3 hari tanpa berbuka)
  g.Puasa Dahr(puasa penuh 1 tahun)
  h.Puasa seorang istri tanpa seizing suami
  i.Puasa 2 hari terakhir dr bulan Syaban

IV.Waktu Puasa yang diharamkan

a.Pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
b.Pada hari tasyriq
c.Dibolehkan berbuka bagi wanita yang sakit
d.Berbukanya seorang wanita yang berpuasa sunnah

V.Sunnah-Sunnah Puasa;
a.Menyegerakan berbuka`
“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mrk menyegerakan berbuka puasa”(Muttafaqun Alaih)

b.Sahur
“Makan sahurlah karena sesungguhnya makan sahur itu mengundang berkah”(Muttafaqun Alaih)

c.Berdo’a ketika berbuka
‘Ada 3 golongan yg do’anya tidak akan di tolak yaitu orang yang berpuasa sehingga berpuasa.imam yang adil dan orang yang di dzalimi)
(HR.At-Tirmidzi)

Menurut Muhammad Ali As-Shabuni dalam ensiklopedia islam bahwa puasa sedikitnya mempunyai empat hikmah yaitu:
a. Sarana Pendidikan bagi manusia agar tetap bertaqwa, membiasakan diri untuk patuh, terhadap perintah Allah SWT, penghambaan diri terhadap Allah SWT.

b. PendidIkan jiwa dan membiasakan diri untuk tetap sabar dan tahan terhadap segala penderitaan demi menempuh dan melaksanakan perintah Allah. Menahan diri dari segala keinginan dan hawa nafsunya

c. Merupakan sarana menumbuhkan sayang dan rasa persaudaraan terhadap orang lain sehingga terdorong membantu dan menyantuni orang yang tidak berkecukupan.

d. Dapat menanamkan dalam diri manusia rasa takwa kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintahnya dalam keadaan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.



Hm..gitu aza dulu pembahasan PUASA dari segi agama
Sekarang kita beralih yuk menijau PUASA dari segi medical.

PUASA DI TINJAU DARI SEGI MEDIS

Hm..sebenarnya para dokter spesialis sering menganjurkan para pasiennya tuk berpuasa.
Dulu emang iya sich tak bisa dilakukan krn peralatannya belum canggih kayak gini.

Tahu nggak sich puasa itu membersihkan toksin/zat2x yg menumpuk dlm saluran pencernaan,ginjal,atau organ lainnya akibat zat2x pengawet,zat karninogen yg menyebabkan kanker,dll dan menumpuk bertahun2x..(Nach lho?)

Dengan puasa..maka organ tubuh terlindungi.(masa sich??)
Lho..kan puasa itu salah satu metode mendetoksikasi tubuh,meningkatkan kekebalan tubuh thdp penyakit dan sekaligusnya mengistirahatkan sementara organ2x,membersihkan sisa residu serta menyeimbangkan metabolism tubuh dan emosi.

Nich..lebih tepatnya gini;(hehehe..medical emang harus hati2x ya?)
Puasa sudah diakui menjadi penyembuh terhebat dalam menanggulagi penyakit, bahkan di amerika ada pusat puasa yang diberi nama ”Fasting Center International, Inc” ,Director Dennis Paulson yang berdiri sudah sejak 35 tahun yang lalu, dengan pasien dari 220 negara. Yang merekomendasikan:
(1) program penurunan berat badan,
(2) mengeluarkan toxin tubuh, (
3) puasa dapat memperbaiki energy, kesehatan mental, kesehatan fisik dan yang paling terpenting meningkatkan kualitas hidup.
(hehehe..baru tahu ya??...yuk kita berlanjut ya)

Beberapa Ilmuwan telah melakukan beberapa penelitian tentang puasa diantaranya secara ringkas dibawah ini: (Seperti yang dikutip oleh Ash-Shawi)

1. Puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stress,
Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan dari Falkutas kedokteran Universitas King Saud.yang melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahwa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Prolaktin, dan insulin. Ini menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan bukanlah pekerjaan yang memberatkan, dan tidak mengakibatkan tekanan mental maupun saraf.

Percobaan ini menunjukan peningkatannya terjadi pada perbedaan waktu saja, bila pada hari tidak puasa prolaktin mengalami kenaikan tertinggi pada jam 16.00. sementara pada bulan Ramadhan mengalami puncaknya pada pukul 21.00 dan menurun lagi sampai batas terendahnya pukul 04.00. Sementara insulin meningkat pada pukul 16.00, sedang pada bulan ramadhan pukul 21.00, menurun sampai batas terendah pukul 16.00. Sedang Kortisol pada hari biasa mencapai puncaknya pukul 09.00, menurun pada pukul 21.00, sementara pada bulan Ramadhan tidak ada perubahan berarti
(mulai ngerti nggak ya? Hehhehe..kita berlanjut lagi..)

2. Dr Ahmad al-Qadhi, Dr. Riyadh al-Bibabi, bersama rekannya di Amerika melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah sukarelawan yang berpuasa selama bulan Ramadhan.
Hasil penelitian ini menunjukan pengaruh positif puasa yang cukup signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh. Indikator fungsional sel-sel getah (lymfocytes) membaik hingga sepuluh kali lipat, walaupun jumlah keseluruhan sel-sel getah bening tidak berubah, namun prosentase jenis getah bening yang bertanggung jawab melindungi tubuh dan melawan berbagai penyakit yaitu sel T mengalami kenaikan yang pesat.(Nach hebat kan?)

3. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan tahun 1990 dari RS Universitas King Khalid, Riyadh Saudi melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung insulin) jg  terhadap  sejumlah orang sehat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa bulan ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan. Tidak ada pengaruh apapun yang berarti pada kontrol penyakit diabetes  dikalangan penderita ini. Sejauh ini puasa Ramadhan aman saja bagi penderita diabetes sejauh dilakukan dengan kesadaran dan kontrol makanan serta obat-obatan.

4. Dr. Muhammad Munib dan kawan-kawan dari Turki juga melakukan sebuah penelitian terhadap seratus responden muslim,
Sampel darah mereka diambil sebelum dan diakhir bulan ramadhan, untuk dilakukan analisis dan pengukuran terhadap kandungan protein , total lemak (total lipid), lemak fosfat, asam lemak bebas, kolesterol, albumin, globulin, gula darah, tryglycerol, dan unsur-unsur pembentuk darah lainnya,

Hasilnya bahwa terjadi penurunan umum pada kadar gula (glukosa) dan tryacyglicerol orang yang berpuasa, terjadinya penurunan parsial dan ringan pada berat badan, tidak terlihat adanya aseton dalam urin, baik dalam awal maupun akhir puasa, sebab sebelum puasa ramadhan, kenyataan ini menegaskan tidak adanya pembentukan zat-zat keton yang berbahaya bagi tubuh selama bulan puasa islam,

Dengan keutamaan puasa, glikogen dalam tubuh mengalami peremajaan, memompa gerakan lemak yang tersimpan, sehingga menghasilkan energi yang lebih meningkat
(Ash-Shawi 2006:85-86)

5. Pembahasan ilmiah modern menunjukkan bahwa pengaruh syahwat (birahi) terhadap hormon lebih ringan dari pada pengaruh syahwat terhadap kinerja anggota badan yang lain. Dengan berpuasa, akan memiliki kecenderungan peningkatan pengaturan terhadap kinerja kelenjar di dalam tubuh.
6.(Riyad Albiby and Ahmed Elkadi(84)
Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh atau imun system terhadap berbagai penyakit. Ditunjukkan dengan peningkatan fungsi sel limfa yang memproduksi sel limfosit T yang secara significan bertambah, setelah puasa.

7. (Sulimami, dll, 1988: 549-552)
Untuk penyakit seperti diabetes sekalipun puasa ramadhan tidak akan berbahaya , malah memberikan banyak manfaat

8.(Jalal, Riyad,1990)
Menurut Jalal Saour bahwa berkurangnya cairan pada puasa akan menurunkan heart rate atau kerja jantung, pencegahan terhadap penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung

9. (Muzam :1963:228)
Malah puasa juga aman untuk pasien yang mempunyai gangguan ulcer pada lambung. Penelitian dilakukan oleh Muzam MG, Ali M.N dan Husain dalam observasi terhadap efek puasa ramadhan terhadap asam lambung

10.Puasa juga bisa mentralisis racun dan memperpanjang umur.
Diantaranya seperti lemak yang menyebabkan kegemukan dan menimbulkan berbagai penyakit seperti, meningkatnya tekanan darah. Para peneliti meyakini bahwa puasa dapat meminimalisir pertumbuhan kanker dalam tubuh dan juga dapat membunuh kanker sampai ke akarnya.

Sebagian yang lain meyakini bahwa puasa dapat memperpanjang umur. Artinya dengan puasa mengurangi kinerja anggota tubuh secara berlebihan.
Banyak kalangan menyangka bahwa puasa di bulan ramadlan, dapat membahayakan terhadap wanita hamil dan janinnya dan orang terkena penyakit menahun seperti kencing manis dan penyakit jantung serta komplikasi. Akan tetapi sangkaan tersebut disanggah oleh para ilmuan, dengan pernyataan:

"Puasa di bulan Ramadlan tidak berpengaruh selama masa kehamilan, berat badan janin, kinerja seluruh anggota badan, dam sirkulasi darah dalam tubuh".

Disamping puasa merupakan olah raga jiwa, puasa juga merupakan olah badan yang meringankan rasa capek yang berlebihan pada lambung, yang terjadi pada sebagian orang.

KESIMPULANNYA;
Puasa dapat dilakukan untuk pencegahan penyakit dan penyembuhan penyakit, menurut Ash-Shawi secara ringkas perbedaan dan persamaan puasa yang dilakukan untuk pengobatan dan puasa Islam adalah sebagai berikut

1. Puasa dalam Islam dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu bulan Ramadhan setiap tahun, selama satu bulan dan juga bisa dilakukan di luar bulan ramadhan yaitu sebagai puasa sunah. Sedangkan puasa medis dilakukan pada waktu tidak tertentu, tergantung kesadaran pasien atau anjuran dokter. Dan biasanya dalam pengawasan dokter

2. Puasa medis biasanya dengan pantangan beberapa zat makanan sesuai dengan tujuan pengobatannya. Sedangkan puasa Islam tidak memantang makanan, namun seimbang energi, protein , vitamin dan mineral.

3. Puasa Islam dilakukan dengan hati yang senang, begitulah janji Allah bahwa puasa yang umat Islam lakukan membawa dua kegembiraan, namun puasa medis biasanya membuat membuat pasien agak tertekan, dilakukan karena banyaknya bahan makanan yang dipantang. Dan pantangan sepanjang waktu sampai batas yang ditentukan dokter.

4. Puasa Islam dilakukan oleh orang yang sehat, sedangkan pada kondisi tertentu puasa diberikan keringanan, terutama pada wanita hamil. menyusui, orang tua yang sudah tidak kuat lagi melaksanakan puasa. Pada puasa medis biasanya dilakukan karena petunjuk dokter pada seseorang yang mengalami kelainan medis tertentu.

*****************************************

Hm…ternyata panjang juga ya membahas Puasa di tinjau dari segi medical dan agama.Ya dach…namanya juga ilmu pengetahuan…kalau nggak di gali ya nggak akan di temukan kan?
Nemu ilmu kan dimana saja yang penting membawa kita ke jalan yang baik.
Dan bagi sahabat fillah yang punya ilmu lain…ayo berbagi dgn saya juga..
Jangan kapok tuk koreksi saya jika mmg menurutmu saya udah menyimpang dari jalur Dien_Nya.
Salam ukhuwah Islamiyah untuk semuanya…
Wassalamualaykum wrwb

Andrealica Nhordeeniz
Hongkong,June 2011




0 komentar:

Poskan Komentar