Pages

Minggu, 19 Juni 2011

KALA HATI MEMILIH

Share on :

(Kisah nyata pasien kanker  hati mencari istri kedua untuk suami dan anak2nya)


 


Kankerku sudah stadium 4.Tinggal menunggu hitungan jari.Menurutmu berapa lama lagi kumampu  bertahan?”suara lembut menerpa telingaku.

Kutatap bola matanya yang nampak mulai redup karena penderitaan. Keganasan kanker hati memporak porandakan ketegaran raganya.

“Kenapa tidak menjawab Ndrea? Kenapa malah tersenyum?Berapa % diriku bisa menikmati kehidupan ini?”

“Saya tak tahu,Lia..”
“Katakan terus terang Ndrea,secara dunia-mu..! Aku siap mendengarnya.2 %?
5 %? 1 minggu? 10 hari lagi?Atau 5 hari lagi?”desaknya dan membuatku sedih.


“Sungguh saya tidak tahu dan tak berani memprediksikan kematianmu.Hanya Allah swt yang Maha berkehendak.
Kematian itu ibarat takbir ghaib yang sangat susah untuk terungkap kemisteriannya.Saya sdr tak tahu kapan Allah memanggilku,Lia.Mungkin saja saya dulu yang meninggalkan dunia ini dibanding orang lain.
Semua makhluk Allah mempunyai garis hidupnya masing2.”jelasku hati2

“Aku ngerti  tentang itu semua,Ndrea! Tapi wajar kan kalau kutanya chance hidupku secara medis?
Bukankah banyak para dokter yang langsung memberikan prediksi hidup seseorang berdasarkan tingkatan penyaklit?”

“Itulah kesombongan manusia bernama dokter..yang merasa sebagai GOD… dan seenaknya menentukan berapa lama seseorang bisa hidup.
Mrk lupa bahwa Allah-lah yang akan menentukannya.

“Maaf Ndrea,aku cuma ingin tahu saja.Jujur saja diriku sering merasakan rasa sakit yang luar biasa setiap kali melakukan Radiotheraphy dan Chemotheraphy.Kadang2 aku jenuh Ndrea,namun aku ingin sembuh. Keyakinanku yang mendorong diriku tetap bertahan  bahwa mungkin Allah melimpahkan kasih sayang_Nya kpdku dengan ujian ini.”

“Benar Lia..spt hadist Nabi yang berbunyi” "Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa."* (HR. Bukhari).

“sering juga keterasingan menerpaku Ndrea.”
“Maksudmu?”tanyaku tak mengerti

“Aku takut melihat bayanganku sdr.Aku takut melihat siapa yang berdiri di depan cermin itu.Bagaikan makhluk mengerikan dengan kondisiku spt ini. Kecantikanku sudah hilang tertelan keganasan kankerku.Aku merasa asing dengan ragaku sdr.Dan tatapan iba familyku atau sahabatku benar-benar  membuatku tersiksa.Aku tak suka itu Ndrea…!”

Ada tetesan bening jatuh di pipinya yang cekung.Tangannya bergetar mencoba menghapus butiran bening tsb.
Kurasakan cambukan kepedihan hadir di hatiku.Ingin rasanya ku peluk untuk memberikan kehangatan jiwanya.

“Kamu tetap cantik,Lia..! Kecantikan itu tidak di ukur dari indahnya jasmani namun dari indahnya batiniah seseorang. Seorang muslimah yang sejati bukanlah dilihat dari kecantikan dan keayuan paras wajahnya semata-mata. Wajahnya hanyalah satu peranan yang teramat kecil saja. Tetapi, muslimah yang sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. Itulah yang terbaik."

“Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat kepada hati dan perbuatan kalian.”
 (Hadis riwayat Muslim)

Dan engkau termasuk salah satunya,Lia
Lihatlah bagaimana cinta kasih suamimu serta anak2xmu kpdmu.
Begitu banyak orang2x mencintaimu karena keluhuran budimu.
Saya sdr bahagia bisa bersahabat denganmu.Saya mencintaimu karena Allah…sbg sahabatku,sebagai saudaraku..
Walaupun perbedaan antara kita sangat mencolok..namun visi kita tetap sama kan?”

Ada senyum mengembang di bibirnya.kilatan bening di matanya mulai mengering.
“Maaf Lia…saya tak bisa lama2 bersamamu.Saya  ada janji dengan Mirs.Pandora.Nggak apa2x kan?”pamitku.

Anggukan kecil sebagai jawaban.Ku kecup keningnya sebagai tanda sayangku padanya.Kurapihkan tasku dan jacketku bermaksud meninggalkan ruangan itu.

“Ndrea,bisakah kuminta tolong lagi?”
“Yup?!”
“Maukah kau carikan pengganti diriku?”

“Afwan Lia..saya lupa memberitahu kalau Chatrine Sung telah menggantikan posisimu.Tolong maafkan saya ya?’
“Bukan soal kerjaan Ndrea! Tapi soal penggantiku untuk penghuni rumah tangga kami…”
“Maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“Tolong carikan istri kedua untuk suamiku.Sebagai Ibu buat anak-anakku,dan tulang rusuk suamiku  yang hilang….”

“Subahanllah…maksudmu kau bersedia di Polygami?..sebentar..kamu serius??
Hanya anggukan tegas sebagai jawaban.

“Kenapa?Ada yang salah jika ku ikhlas untuk di polygamy? Kau tdk setuju?”
“Bukan gitu Lia…Cuma kaget dan bingung.

“Jangan bingung.Bukankah dalam agama juga Polygami tidak diharamkan?
Dan kedudukan istri pertama atau kedua atau ketiga dan ke empat adalah sama di mata Allah?”
Masih ingat nggak Firman_Nya?

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”(QS An-Nisa, ayat ke-3)

“Bagaimana dengan suamimu?”tanyaku hati2x

“Semula dia tak setuju begitu juga anak2x kami.Alhamdulillah sekarang mereka mau menerima permintaanku.
Aku ingin penghuni istana suami dan anakku sudah berada sebelum aku benar2x pergi .Bisakah kau menolongku mencarikan seorang muslimah sejati?”

“Saya tak bisa janji,Lia..”jawabku bingung

“Ayolah Ndrea,bantu aku..! Bukankah besar pahalanya jika kau berhasil menemukannya?
Tak perlu bertitel dia.Tak perlu punya kedudukan pekerjaan yang tinggi.Aku hanya ingin Dia seorang Muslimah sejati yang mencintai suamiku dan anak2x kami dengan ketulusan hati karena Allah.
Dan jangan lupa..kalau bisa dia pengemban Dakwah agar bisa membantu suamiku.Intinya dia haruslah muslimah pendamba Syurga.Kau paham kan?”

“Itulah yang membuatku bingung juga.Darimana kudapatkan sosok wanita yang kalian inginkan.Selain syarat itu..tentunya dia juga harus mahir berbahasa English agar tak terjadi miscommunication.”

“Hm..betul juga dia harus bisa bahasa English karena suamiku western peoples.Anak-anaku terbiasa berbahasa Cantonis dan English.Kira-kira siapa ya Ndrea?’

“Saya sdr tak tahu,Lia.Spt kau ketahui…kaum muslim di Hkg  bagaikan lilin-lilin kecil dalam lorong tunel yang gelap dengan jumlah yang sangat kecil.
Nafas mrk tertindih oleh kebebasan yang dianut system kapitalisme Hkg ini.
Apalagi harus mencari sosok muslimah spt kriteriamu,bukan perkara mudah.
Bagaimana kalau kau atau suamimu kembali ke Canada lagi?
Disana banyak chance untuk mencari sosok muslimah spt yang kalian inginkan.”sahutku 

“Bukankah dirimu berasal dari Indonesia?Bukankah dirimu selalu bangga menceritakan pengorbanan dakwah para sahabatmu?
Aku sering dengar ceritamu tentang para muslimah pendamba Syurga yang berasal dari Indonesia spt Dinie Az Zahra,Khamza Az Zahra,Khoirunnisa Syahidah,Haura Az Zahra dan yang lainnya?
Bagaimana dengan mereka?”tanyanya penuh harap.

Aku tersenyum simpul mendengar deretan nama sahabatku itu.Sambil ku sentuh jemari2 Lia,kucoba memberi pengertian.

“Spt yg kau ketahui,saya mmg berasal dari Indo.tapi sudah 20 tahunan lebih saya jarang ada di Indonesia.
Dan nama2 yg kau sebutkan tsb…sungguh saya tidak bisa menjamin 100% siapa mrk sebenarnya.Saya hanya mengenal mrk via FB.Kontak kami hanya via telp,chat dll TAPI kami belum pernah bertemu satu sama lain.
Memang benar mereka adalah para mujahidah yang mengagumkan terbukti dari peran dakwah dalam memperjuangkan Islam.
Tapi sungguh..saya tidak tahu pribadi aslinya…”

“Cobalah cuti sebentar ke Indo dan temuin mereka.Beri penilaian tentang mrk dan pilih siapa yang menurutmu terbaik buat kami.”

“Hm..itupun saya tak bisa Lia.Tahun ini saya tak punya cuti lama di Indo,
mungkin June tahun depan.Ini sudah aturan dinesku.”

“Tolonglah Ndrea! Bantu aku mencari ratu baru untuk istana kami”
Aku terdiam cukup lama.Suatu permintaan yang sangat sulit kurasakan.

“Lia,bagaimana dengan Vicky Tang?
Kau kenal baik dengannya, anak-anakmu juga cukup akrab.Suamimu pun pernah bantu dia mengenal Islam.Dia lembut dan penuh kasih.
Memang benar ukhty Vicky mualaf baru.Tapi InsyaAllah..dia bisa dipercaya.”

“Vicky Tang? Hm..tak pernah terlintas dalam benak kami.Nanti akan kami rundingkan dengan mereka.Tapi…”ada keraguan dalam ucapannya.
“Tapi kenapa,Lia?’

“Posisi Vicky dalam instansi sangat tinggi dibanding suamiku.Aku khawatir suamiku nantinya rendah diri atau minder…”

“Lia…Dalam Islam, yang wajib memberikan nafkah adalah suami. Dan suami diperintahkan untuk keluar rumah mencari nafkah. Wanita tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali dengan izin suami.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah berkata, “Tidak boleh baginya untuk keluar dari rumahnya kecuali mendapat izin dari suami. Seandainya ia keluar tanpa izin dari suaminya, maka ia telah berlaku durhaka dan bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan wanita tersebut berhak mendapatkan hukuman.”

Dan ingatlah Lia..setinggi apapun posisi istri di luar…suami tetaplah berkedudukan sangat tinggi terhadap istri dan keluarganya.
Firman_Nya:

‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban menurut cara yang baik akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan atas isterinya.”
(Al Baqarah : 228)

Jadi jelaslah bahwa Suamilah sebagai nahkoda rumah tangga untuk berlayar menuju neraka atau syurga.
Mungkin saja suamimu bisa memberi pengertian padanya sehingga Vicky bersedia menempatkan dirinya sebagai wanita sholehah.
Bukankah dirimu tahu dan paham banget tentang hadist Nabi  yang berbunyi:

Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.
(HR. Muslim no. 1467)

**********
Winter seasons..
Natalia…
Bagiku..berpisah adalah kata yang sangat sulit kuucapkan..
Tak kusangka secepat ini dirimu pergi
Kurasakan di hatiku ada yang salah..
Rasa sedih yang melayang tanpa arah
Tetesan air mata seringkali membasahi pipiku..
Tak sanggup ku mengingatnya..
Tatkala ku rengkuh dalam pelukanku dan sukmamu melayang..
Senyum keikhalasan kala Vicky hadir dalam istanamu

Engkaulah wanita pendamba syurga
Pesona akhlakmu bagaikan mutiara berkilauan
Tutur katamu halus pribadi nan santun
Kecantikan hatimu laksana kapas tak ternoda
Menghijabi auratmu terhiasi bingkaian akhlak Islami

Masih teringat dalam ingatanku kala kita bertemu..
Engkau lari dari gemerlapnya duniamu
Mentafakuri kehidupan akhirat yang masih ghaib
Mengembara dalam pencarian jati dirimu
Cahaya Islam menutup celah Budhis-mu..

Lihatlah para mujahid/dah –mu..
Terlahir dari rahimmu yang Allah amanahkan
Generasi agama yang tangguh dari madrasah yang unggul
Siap mengibarkan panji Islam dalam gemerlapnya dunia
Merentas jalan dalam lorong yang gelap
Good bye..Lia
Semoga kita bisa dikumpulkan  dalam Jannah-Nya

**************************
Andrealica Nhordeeniz
Mengenang sahabatku Natalia  Lee
(wafat : Feb 2011  (2 hari setelah Vicky hadir dlm istana mrk)


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kisah yang menyentuh kalbu..
Semoga dapat menjadi teladan bagi kita semua
Aamiinn Yaa RobbalAlamiinnn..

Poskan Komentar